JawaPos Radar

Pasca-OTT KPK, Ketua PN Medan yang Baru Janji Perangi KKN

05/09/2018, 21:29 WIB | Editor: Budi Warsito
Pasca-OTT KPK, Ketua PN Medan yang Baru Janji Perangi KKN
: Pelantikan Djaniko Girsang menjadi Ketua PN Medan yang baru. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Djaniko Girsang akhirnya dilantik sebagai Ketua Pengadilan Negeri Medan, Rabu (5/9). Dia resmi menggantikan Marsudin Nainggolan yang sempat dicokok KPK karena dicurigai terlibat dugaan suap menyuap kasus penjualan aset negara oleh Tamin Sukardi.

Pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Medan, Cicut Sutiarso di ruang utama PN Medan. Cicut memastikan, pelantikan pejabat baru ini tidak terkait dengan OTT KPK.

Saat pelantikan, Djaniko diingatkan soal perang melawan tindak korupsi.
“Tidak (terkait OTT). SK-nya duluan ini, kebetulan ada kejadian itu,” kata Cicut usai pelantikan, Rabu (5/9).

Dia pun mengingatkan kepada seluruh jajaran di PN Medan, untuk berhati-hati. Pengalaman OTT di lembaga pengadil, adalah sebuah tamparan keras dan pembelajaran.

“Kejadian itu menambah pengalaman kita supaya lebih berhati-hati,” tegas Cicut.

Djaniko, sebelumnya menjabat Ketua PN Palembang. Sementara Marsudin dimutasi ke Gedung Mahkamah Agung (MA). Sebelum OTT KPK, Marsudin sebenarnya telah mendapat Surat Keputusan Dirjen Peradilan Umum bertanggal 31 Juli 2008 untuk mendapat promosi menjadi hakim tinggi pada PT Denpasar.

Namun pada Jumat (31/8), SK itu dibatalkan. Marsudin dimutasi untuk tugas di peradilan yustisia di Mahkamah Agung. Pembatalan SK itu, menyusul OTT KPK di PN Medan, Selasa (28/8).

Marsudin sempat turut diamankan KPK bersama Wakil Ketua PN Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim Sontan Merauke Sinaga, hakim adhoc Tipikor Merry Purba, dan dua panitera, Helpandi dan Oloan Sirait.

Meski tidak menjadi tersangka, Marsudin, Wahyu dan Sontan diperiksa Badan Pengawas (Bawas) MA yang langsung turun ke PN Medan. Bahkan promosi Marsudin dan Wahyu, yang juga telah mendapat SK untuk menjadi Ketua PN Serang, dibatalkan. Keduanya bersama Sontan dimutasi ke Gedung Mahkamah Agung.

Mengenai pembatalan promosi itu, Cicut mengatakan, hal itu keputusan Mahkamah Agung. “Pembatalannya itu Mahkamah Agung sudah dirapimkan. Kita lihat saja nanti,” sebutnya.

Ditanya pesannya kepada Djaniko sebagai pejabat baru Ketua PN Medan, Cicut meminta agar dia meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Pertama meningkatkan pelayanan. Yang sudah dicapai ya kita teruskan, kemudian tetap memerangi KKN. Jadi, pelayanan, memerangi KKN dan akuntabilitas, pada diri, keluarga dan Yang Maha Kuasa," katanya.

Saat pelantikan, Djaniko juga menandatangani dan membacakan pakta integritas. Dia berjanji tidak akan melakukan korupsi kolusi dan nepotisme, tidak akan menyalahgunakan wewenang, serta menjaga citra dan kredibilitas pengadilan.

“Apabila saya melanggar, saya bersedia dikenai sanksi seberat-beratnya,” tandasnya.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up