JawaPos Radar

Bapak Cabuli Anak Kandung Sejak 2016

05/09/2018, 09:24 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pencabulan
BERKELIT: Sapril, pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Perempuan 14 tahun asal Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), menjadi korban pencabulan. Mirisnya, aksi bejat itu dilakukan bapaknya sendiri bernama Sapril, 44.

Bahkan kekerasan seksual itu sudah dialami korban sejak 2016. "Dua tahun, dia (korban) memang tidak digauli, tapi dicabuli," kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda kepada JawaPos.com, Rabu (5/9).

Tersangka melancarkan aksinya di rumah sendiri. Biasanya ketika korban tengah tidur. Sapril mendekap tubuh sang anak, lantas memasukkan tangannya ke celana dalam korban. Kemudian memainkan jarinya di (maaf) kemaluan korban.

Korban sempat berontak. Namun dia tak kuasa menahan nafsu bejat sang ayah. Terakhir, aksi pencabulan dilakukan pada Senin (2/9) lalu. Ketika itu korban tengah tidur lelap. Dia digerayangi Sapril. Korban berontak dan mengadu kepada ibunya.

Tanpa banyak cakap, kasus ini segera dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Laki-laki berbadan tinggi besar itu kemudian digelandang petugas untuk dimintai keterangan.

Ketika dilakukan penyelidikan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, Selasa (4/9), tersangka masih berkelit tidak melakukan perbuatannya. Bahkan, dia mengaku sebagai salah satu wartawan koran nasional yang terbit mingguan. Sapril juga menunjukkan kartu pers tempatnya bekerja.

Tapi elakannya patah ketika petugas menunjukkan bukti laporan sang anakn. Akhirnya, dia mengakui bahwa telah grepe-grepe Melati. Kepada petugas, tersangka mengaku telah mencabuli anak kandungnya sebanyak lima kali.

Sapril pun memahami bahwa perbuatannya tidak dibenarkan. "Saya khilaf, seharusnya tidak boleh (cabuli anak)," cetus Sapril.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up