JawaPos Radar

9 Ton Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia Gagal Masuk Riau

05/09/2018, 15:52 WIB | Editor: Yusuf Asyari
9 Ton Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia Gagal Masuk Riau
Kasubdit Gakkum AKBP Hicca A Siregar, Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dan Wadir Polair AKBP Soeprapto, saat rilis penggagalan penyelundupan bawang merah ilegal dengan tersangka ZR (kaos hijau) di Ditpolair Polda Riau, Rabu (5/9). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Direktorat Polair Polda Riau mengamankan sekitar sembilan ton bawang merah yang diduga berasal dari Batu Pahat, Malaysia. Komoditi pertanian itu diamankan di perairan Kuala Sungai Kembung, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada akhir Agustus 2018 lalu.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto mengatakan, pengungkapan kasus tesebut bermula ketika Polair Polda Riau melakukan patroli dengan menggunakan speed boat polisi IV-2003, di perairan Kuala Sungai Kembung pada Jumat (31/8) sekitar pukul 11.30 WIB.

"Saat patroli, petugas kita melihat kapal motor Faisal yang mencurigakan. Kapal motor itu kemudian dihentikan dan dilakukan pemeriksaan," ungkap Sunarto, pada Rabu (5/9).

Kapal motor yang berlayar dari Batu Pahat, Malaysia, itu dinakhodai oleh ZR, 47. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ZR yang merupakan warga Kecamatan Bantan, Bengkalis, mengangkut sekitar 1.000 karung berisi bawang merah.

"Ketika ditanyakan dokumen terkait izin pengangkutan bawang merah itu, ZR tak dapat menunjukkannya. Oleh sebab itu dia bersama kapalnya kita bawa ke Ditpolair Polda Riau di Pekanbaru guna pengusutan lebih lanjut," kata dia.

Dari hasil interogasi terhadap ZR, ia mengaku diperintahkan oleh warga negara Malaysia berinisial A untuk menjemput bawang merah ke Batu Pahat, Kamis (30/8). Tujuannya ke Sungai Kembung, Bengkalis. Nantinya setelah tiba, bawang merah itu akan diterima oleh AAL.

"Dia dibayar Rp 6 juta kalau sudah sampai. Jadi karena barangnya berhasil digagalkan, uang itu belum diterimanya. Aksi ini sudah yang ketiga kalinya dia lakukan," jelasnya.

Sementara itu, Wadir Polair Polda Riau AKBP Soeprapto mengatakan, bawang merah diamankan karena tidak adanya sertifikat kesehatan dari negara asal. "Jadi, tujuannya sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama penyakit dan hewan. Selain itu, perairan Riau juga bukan jalur masuknya bawang merah impor," kata Soeprapto.

Itu kata dia, terdapat dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 43 / Permentan / OT.140 / 6 / 2012 tentang Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Sayuran Umbi Lapis Segar ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Selain itu juga ada di dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Dalam permen tersebut, lanjut Soeprapto, hanya pelabuhan laut Tanjung Perak Surabaya, pelabuhan Laut Belawan Medan, Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar serta jalur perdagangan bebas di Batam dan Tanjung Balai Karimun, Kepri, yang boleh menjadi jalur masuknya bawang merah.

"Untuk saat ini, kita melakukan penyidikan lebih lanjut. Kita akan segera melengkapi berkas perkara dan mengirimnya ke jaksa penuntut umum. Kita juga lebih gencar melakukan patroli di perairan guna mengantisipasi masuknya barang-barang ilegal," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up