JawaPos Radar

16 TKI Ilegal Diselundupkan ke Malaysia, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

05/09/2018, 16:13 WIB | Editor: Yusuf Asyari
16 TKI Ilegal Diselundupkan ke Malaysia, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
Direskrimum Polda Kepri Kombes Pol Hernowo Yulianto (kiri) saat ekspos di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, pada Rabu (5/9) siang. (Bobi/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan aksi penyelundupan pekerja migran ilegal ke negara tetangga Malaysia. Sebanyak 16 TKI ilegal diamankan ketika hendak menyeberang dari Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam, Kepri.

Direskrimum Polda Kepri Kombes Pol Hernowo Yulianto menjelaskan bahwa pengungkapan bermula dari informasi dari masyarakat. Yakni, adanya aktivitas penyelundupan di kawasan Timur Batam.

Subdit IV Ditreskrimum langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Hasilnya, polisi mendapati ada empat orang yang diturunkan dari sebuah mobil di kawasan tersebut. Dari pemeriksaan ternyata keempat orang tersebut bagian dari 12 TKI.

Lainnya yang sudah lebih dulu berada di lokasi menunggu proses penyeberangan. "Pertama kita amankan empat orang, setelah dilakukan pendalaman ternyata ada lagi yang siap diberangkatkan," kata Hernowo di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, pada Rabu (5/9).

Pemeriksaan lanjutan, mendapati dua dari 16 orang pekerja migran ilegal ini merupakan kaki tangan dari jaringan kasus TKI ilegal. Sementara 14 lainnya adalah korban yang tergoda bujuk rayu pelaku kejahatan ini.

Saat ini, kedua tersangka, Y dan K telah diamankan dan diperiksa guna penhembangan penyelidiakan lebih lanjut. Keduanya dikenai dengan pasal 81 dan 83 Undang-undang RI No.18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran indonesia dengan ancaman 10 tahun kurungan.

Hernowo melanjutkan, kasus penyelundupan TKI ilegal ini merupakan kejahatan berjamaah yang melibatkan banyak kaki tangan di lintas daerah. Para korban yang berasal dari daerah Jawa dan NTB ini awalnya dibujuk dan dijanjikan fasilitas, selanjutnya ada tim khusus yang menyiapkan dokumen keberangkatan mereka, sampai akhirnya mereka diberangkatkan.

Untuk bisa bekerja di Malaysia, para korban dikenai tarif sebesar Rp 1,8 juta. "Dari pengakuan tersangka ini sudah dilakukan berulangkali," kata Hernowo lagi.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up