alexametrics

Target Penurunan Stunting Jatim Lebih Rendah dari Pemerintah Pusat

5 Agustus 2022, 21:55:43 WIB

JawaPos.com–Target penurunan bayi stunting di Provinsi Jawa Timur lebih rendah dari pemerintah pusat. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menargetkan penurunan 13,5 persen pada 2024.

Target tersebut tercatat lebih rendah dari target pemerintah pusat yaitu 14 persen. Meski target lebih rendah, Emil berjanji memberikan upaya ekstra di berbagai sisi. Utamanya ekselerasi berbagai program di seluruh wilayah Jawa Timur.

”Ini tidak mudah, harus terus digenjot. Upaya ini bisa dilakukan dengan adanya dukungan dari semua pihak,” papar Wagub Emil.

Berdasar data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), target dan capaian prevalensi stunting di Jawa Timur dari 2019 hingga 2021 terus mengalami penurunan. Walaupun belum sampai menyentuh target tahunan, tercatat menurun dari 26,86 persen pada 2019 menjadi 25,64 persen pada 2020. Kemudian menjadi 23,5 persen pada 2021.

Mengacu pada hasil raker yang dipimpin Wapres Ma’ruf Amin, Wagub Emil menuturkan, perlu update data stunting sesuai dengan yang ada di masyarakat. Data stunting diharapkan bukan lagi hanya mengandalkan survei statistik, tetapi benar-benar sesuai dengan alamat dan nama dari subjek-subjek yang akan intervensi.

”Mulai dari remaja putri, yang harus kita pastikan jangan sampai anemia. Ibu hamil hingga anak anak balita usia dua hingga lima tahun,” ungkap Emil.

Selain itu, kelengkapan data, sarana dan prasarana di puskesmas dan posyandu juga turut menjadi perhatian. Harapannya, program-program yang nanti ada, bukan hanya berjalan, tapi juga menjadi lebih terukur.

”Hal ini tidak lain untuk kelengkapan data elektronik -pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM). Inilah yang harus kita dorong bersama,” ujar Emil.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemerintah pusat akan menindaklanjuti intervensi spesifik yang bisa diterapkan sedini mungkin. Seperti pemberian suplemen zat besi yang rutin kepada kalangan remaja putri.

”Khusus yang spesifik, presiden meminta segera dijalankan oleh 12 provinsi prioritas. Seperti pemberian suplemen kepada remaja putri, harapannya nanti saat hamil tidak kekurangan zat besi,” terang Budi.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo membeberkan, terdapat 5,2 juta balita stunting di seluruh Indonesia. Sedangkan 3,6 juta balita stunting, tersebar di 12 provinsi prioritas.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: