alexametrics

BUMD di Jatim Ditarget Tambah Pendapatan Pemprov

5 Agustus 2022, 18:38:17 WIB

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur mengajak seluruh jajaran BUMD mengoptimalkan peran dan kontribusi. Hal tersebut demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Jati Khofifah Indar Parawansa mengumpulkan seluruh jajaran BUMD dalam rapat koordinasi bertajuk Optimalisasi Peran BUMD dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Hotel JW Marriot. Rakor itu dihadiri para komisaris, direksi, pemimpin divisi, pimpinan cabang BUMD, serta para direksi anak perusahaan BUMD.

Gubernur Khofifah meminta BUMD dapat memaksimalkan potensi aset yang dimiliki dan meningkatkan pengembangan usaha. Optimalisasi tersebut diharapkan bisa menggairahkan perusahaan dan makin meningkatkan kontribusi PAD Provinsi Jawa Timur.

”Kejelian dalam menemukenali potensi menjadi kebutuhan yang sangat penting. Secara khusus saya ingin menyampaikan, BUMD di Jatim tak boleh berhenti berinovasi dan berkreasi dalam mengembangkan usaha agar kontribusi untuk PAD bisa terus meningkat,” papar Khofifah.

Tidak hanya itu, BUMD di bawah naungan Pemprov Jatim dituntut untuk terus menguatkan koneksi dan jejaring. Sebab, saat ini tidak bisa satu instansi bekerja sendiri. Melainkan harus berkolaborasi dan menguatkan bangunan jejaring lintas elemen agar tujuan yang ingin dicapai bisa semakin mudah dan cepat dicapai.

”Saya ingin pesankan, setiap inovasi dalam pengembangan usaha harus tetap mengedepankan fungsi pelayanan. Jadi jangan hanya profit oriented, pelayanan publik tetap jadi prioritas. Keduanya seimbang,” ucap Khofifah.

Gubernur optimistis BUMD bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Terkait dengan potensi, hal-hal yang perlu dioptimalkan BUMD antara lain adalah kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, penguatan permodalan, serta komunikasi yang optimal antar BUMD, untuk menuju BUMD incorporated.

”Yang tidak kalah penting juga adalah mengubah kultur BUMD menjadi corporate culture yang produktif dan kondusif sesuai indikator GCG (good corporate governance),” tutur Khofifah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: