JawaPos Radar

Sempat Kekeringan, Padi Petani di Tuban Akhirnya Panen Raya

05/08/2018, 08:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bupati Tuban, Fathul Huda
Bupati Tuban, Fathul Huda saat mengadiri panen raya di Desa Mlangi, Kecamatan Widang, Tuban, Sabtu (4/8). (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bupati Tuban, Fathul Huda menyebut, kekeringan di wilayah Kabupaten Tuban hampir berdampak terhadap hasil panen padi petani. Namun berkat kekompakkan dan kerjasama, koordinasi dan mediasi antara Forkopimka dengan para kepala, akhirnya para petani dapat melakukan panen raya.

Seperti di Desa Mlangi, Kecamatan Widang, Tuban, Sabtu (4/8) warga setempat melaksanakan panen raya. "Ini semua berkat kerja sama dan kebersamaan masyarakat dan tidak terlepas pula dari kepedulian pimpinan. Untuk itu pimpinan yang baik harus dipertahankan," tegas Huda, di lokasi panen raya.

Menurutnya, dalam kurun waktu satu bulan terakhir bidang pertanian dan ketahanan pangan, telah membuat prestasi serta melaksanakan program dengan baik. Terlebih seiring dengan perkembangan teknologi saat ini. Pemerintah telah memberikan program subsidi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) kepada para petani cerdas.

Yang dimaksud dengan Tani Cerdas yaitu Petani yang dapat mengikuti perkembangan teknologi salah satunya yaitu mengikuti asuransi tani. Dengan cara petani cukup membayar 36 ribu rupiah. "Saya mengingatkan kepada petani agar tidak bosan untuk terus belajar teknologi pertanian terbaru, agar tidak tertinggal dengan daerah lain sehingga bisa menaikkan produksinya," ungkapnya.

Untuk itu, Bupati dua periode ini mengimbau kepada semua petani khususnya yang ada di Desa Mlangi untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi. Karena program ini dirasa tidak akan merugikan petani, justru akan sangat membantu para petani agar tidak merasakan kekhawatiran apabila dikemudian hari akan terjadi kegagalan.

"Dengan modal tiga puluh enam ribu rupiah bisa mendapatkan asuransi tersebut, apabila adanya kegagalan, setidaknya biaya bibit, penggarapan dapat dikembalikan," imbuhnya. 

Dalam kesempatan yang sama pula, Camat Widang, Sartono menyampaikan, lahan persawahan di Kecamatan Widang seluas 6.082 hektar, khusunya Desa Mlangi adalah seluas 603 hektar. Sartono juga mengungkapkan dari 228 hektar lahan sawah tersebut sebelumnya terancam gagal panen akibat kurangnya air. 

"Ini semua berkat kerja sama antara forkopimka yang melaksanakan koordinasi dan mediasi dengan para kepala desa terkait," tuturnya. 

Lebih lanjut, setelah melakukan mediasi dengan beberapa kepala desa seperti Kepala desa Mrutuk, Compreng, Sumberjo disepakati untuk membuka pintu air di Desa Simo. "Kami bersama-sama memutuskan membuka pintu air yang ada di Desa Simo, akhirnya air sampai di Desa Mlangi, Mrutuk, Sumberjo dan Compreng," tegasnya.

Disamping itu, Sartono juga mengungkapkan 59 hektar lainnya juga mendapatkan air resapan dari desa Ngadirejo, sehingga kekeringan di lahan sawah tersebut dapat teratasi. "berkat ini semua, Desa Mlangi akhirnya menghasilkan 9,1 ton per hektar. Ini suatu peningkatan yang sangat luar biasa," ungkap mantan Camat Bangilan ini.

Sartono juga berharap, kondisi kerjasama seperti ini agar terus tetap terjaga. Harapannya setiap ada permasalahan untuk dimusyawarahkan secara mufakat untuk mengambil suatu keputusan yang bisa diterima oleh seluruh komponen yang ada.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up