alexametrics

Relawan ACT Ikut Evakuasi Korban Gempa, Suasana Panik dan Lombok Gelap

5 Agustus 2018, 23:35:09 WIB

JawaPos.com – Seluruh warga yang merasakan gempa di Lombok begitu panik. Mereka berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan. Apalagi gempa itu sempat dinyatakan berpotensi tsunami. Tak ayal mereka mencari daerah ketinggian.

Sementara itu, ratusan bangunan rumah warga dan fasilitas lainnya ambruk. Penerangan listrik pun padam. Sebagian warga lainnya pun terpaksa menjauhi daerah yang berpotensi tsunami itu.

Tim emergency response Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang tengah berada di Lombok pun langsung bertindak cepat membantu proses evakuasi. “Laporan terkini hampir seluruh wilayah Lombok gelap total. Mati lampu. Gempa terasa sangat keras sekali,” kata Koordinator Tim Emergency Response ACT Kusmayadi dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Minggu (5/8).

Relawan ACT Ikut Evakuasi Korban Gempa, Suasana Panik dan Lombok Gelap
Relawan ACT bersama aparat TNI ikut mengevakuasi korban gempa di Lombok. (ACT)

Kusmayadi menyebut, pihaknya menerima banyak laporan mengenai kerasnya guncangan gempa hingga berpotensi tsunami tersebut. “Kami menerima banyak laporan masuk tentang robohnya rumah-rumah warga,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, tsunami yang pertama telah terjadi setinggi 13,5 cm dan ketinggian 10 cm. “Tsunami tertinggi diperkirakan setengah meter. Seluruhnya terjadi di perairan bagian Utara Lombok. Laporan masuk terjadi tsunami 13,5 cm terjadi di Desa Carik di Lombok Utara,” ujar Dwikorita.

Kini peringatan potensi tsunami telah dicabut BMKG. “Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 7 SR dinyatakan telah berakhir,” kata Deputi Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo dalam keterangannya, Minggu (5/8).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Relawan ACT Ikut Evakuasi Korban Gempa, Suasana Panik dan Lombok Gelap