JawaPos Radar

Pria Stres Nekat Bakar Diri, Tetangga jadi Korban Amukan si Jago Merah

Tiga Rumah Ludes, Tinggal Puing

05/07/2018, 05:05 WIB | Editor: Estu Suryowati
Pria Stres Nekat Bakar Diri, Tetangga jadi Korban Amukan si Jago Merah
EVAKUASI. Petugas melakukan evakuasi korban tewas dalam musibah kebakaran di Gang Merak 3 Jalan Pak Kasih, Rabu (4/7). (Warga For RK)
Share this image

JawaPos.com - Akibat ulah Efendi, 62, tiga rumah di Gang Merak 3 Jalan Pak Kasih Kecamatan Pontianak Kota, tinggal puing. Pria yang mengalami gangguan jiwa tersebut nekat membakar dirinya sendiri.

Kebakaran terjadi pada Rabu (4/7) sekitar pukul 02.00. Selain rumah milik Efendi, kobaran api juga menelan rumah Nurali dan Fauzi, 65. Mirisnya lagi, tak cuma harta benda, musibah tersebut turut memakan korban jiwa dan luka-luka.

Ketua RT Gang Merak 3, Hajar menuturkan, gangguan jiwa Efendi semakin menjadi setelah istrinya Meilan menderita stroke. Dia mengatakan, Meilan mengalami stroke semenjak pertengahan puasa kemarin.

Sebelum insiden bakar diri, Efendi sudah menujukkan kumatnya. Karena Efendi sebelumnya sering ambil obat di RSJ Sungai Bangkong dengan istrinya. Tidak mau ambil obat sendiri atau dengan orang lain.

"Maunya sama istrinya saja. Nah, istrinya kena stroke, Efendi ini kumat stresnya," jelasnya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Kamis (5/7).

Bila penyakitnya kambuh, Efendi kerap berkelahi dengan warga. Untuk menangani, kadang warga harus turun tangan membawa Efendi ke RSJ dengan bantuan aparat kepolisian. Tidak ada tindak kejahatan yang dilakukan Efendi semasa hidupnya yang berselimut tekanan jiwa itu.

"Nggak, nggak pernah dia mencuri atau merampok. Dia sendiri bekerja sebagai tukang, wajar juga ada stres. Apalagi stres ini bawaan sejak kecil," kata Hajar.

Sedangkan warga yang mengalami cedera bernama Nurali. Pria yang bekerja sebagai kuli pelabuhan itu kini dirawat di Rumah Sakit. Dia mengalami cedera pada bagian selangkangan. Karena saat kejadian, Nurali melompat dari lantai dua rumahnya.

"Bapak saat itu lagi tidur. Saya lagi nonton bola tak jauh dari sini. Baru juga 15 menit saya tinggal, ada api besar. Saya pun langsung bangunkan Bapak. Tak basa-basi, bapak langsung lompat dari lantai dua," ucap Septian, anak korban yang turut menderita luka bakar di lengannya.

Warga setempat yang turut mengalami cedera, yaitu Junaidi. Saat itu Junaidi hendak membangunkan Fauzi yang terlelap di kamar belakang saat api sudah mulai berkobar.

Karena panas yang tinggi, lengan Junaidi terkena pecahan kaca hingga merobek hampir mengenai urat nadinya. Fauzi sendiri berhasil diselamatkan kerabatnya, sehingga tidak menjadi korban.

Junaidi mengaku tidak mengetahui persis musibah kebakaran tersebut. Pria 42 tahun ini hanya tahu ketika anaknya yang tidur di kamar merasakan hawa panas.

"Dia bangun, lihat api udah besar dan menjalar. Itu sekitar jam 2.00 atau 2.30 lah," seingat Junaidi.

Rumah Junaidi dihuni delapan orang. Ia bersama istri dan anak-anaknya berjumlah lima orang. Ditambah kedua mertua dan satu adiknya.

Melihat api yang sudah membesar. Junaidi sudah tak bisa berkata banyak. Panik sudah pasti. Beberapa barang berharga pun tidak dapat ia selamatkan.

"Yang penting keluarga saya selamat saja lah," katanya.

Junaidi menuturkan, Efendi yang mengalami gangguan jiwa itu, pada beberapa hari yang lalu pernah berkata ingin membakar. Namun dia tidak menanggapi perkataan tersebut. Karena saat itu Efendi berbicara sendiri.

Sementara itu, Saedah yang masih menangis menyesalkan kenapa Efendi tidak segera ditangani Ketua RT. Baginya, RT terlambat mengantisipasi kejadian tersebut.

"Kalau bunuh diri seorang sih tak masalah lah. Ini udah lah siram bensin terus bakar diri, apinya merambat ke rumah saya. RT benar-benar lambat lah," ucap Saedah sedikit emosi.

Melihat wanita yang sudah uzur itu terus histeris, warga sekitar segera menenangkan. Saedah terus dimintai untuk beristighfar dan tabah menghadapi cobaan. Hajar sendiri mengharapkan agar kiranya warga yang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan dan pertolongan.

Lurah Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota, Rima Nurfitria menyebutkan, pihaknya akan menyurati instansi terkait seperti Dinas Perumahan, Dinas Sosial dan BPBD untuk menyalurkan bantuan. Kemudian ada juga dari salah satu himpunan yayasan swasta ingin menyumbang bantuan pada para korban.

Terkait korban bernama Efendi, sudah dua kali dibawa kerumah sakit jiwa. Kemudian ketika dinyatakan sembuh lalu dikembalikan lagi kerumahnya.

"Rencannya dari Pak RT setempat memang mau membawanya lagi, cuma sudah terjadi hal ini," aku dia di lokasi kejadian.

Kapolsek Pontianak Kota Kompol Abdullah Syam yang berada di lokasi kejadian menjelaskan, kebakaran menghanguskan tiga unit rumah dan satu korban meninggal dunia.

"Kami masih selidiki apakah karena ulah Efendi sendiri atau ada faktor lain," tukasnya.

Jasad korban jiwa ditemukan terbakar di dalam kamar mandi rumahnya. Kondisi sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan seluruh tubuh terbakar 100 persen. Untuk selanjutnya mayat Efendi juga sudah dimakamkan usai dilakukan pemeriksaan di RSUD Soedarso.

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turun langsung ke lokasi kebakaran. Bergabung dengan masyarakat sekitar, Edi berusaha menguatkan para korban kebakaran.

"Para korban sekarang sudah mengungsi di tempat keluarga," ujar Edi.

Langkah pertama Pemkot Pontianak menurut Edi adalah menyelamatkan jiwa para korban kebakaran. Sementara yang meninggal dunia sudah diurus sampai ke pemakamam.

Sedangkan yang luka berat serta ringan ia memastikan akan ditangani dengan BPJS. Korban yang rumahnya terkena akan didampingi juga untuk traumatiknya bersama dengan BKM kelurahan dan puskesmas.

Beberapa bantuan berupa makanan siap saji, logistik akan disalurkan oleh BPBD Pontianak kepada para korban kebakaran ini. Pihaknya pun akan mengusulkan bedah rumah.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up