JawaPos Radar

Kota Tua Jakarta Tidak Diakui UNESCO, Begini Sindiran Warga

05/07/2018, 14:32 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kota Tua Jakarta Tidak Diakui UNESCO, Begini Sindiran Warga
Kawasan Kota Tua Jakarta ditolak UNESCO menjadi World Heritage. (Reyn Gloria/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menolak Kota Tua untuk kedua kalinya menjadi kawasan World Heritage. Hal ini tentu menjadi koreksi untuk Pemerintah dalam melakukan pembenahan ke depan.

Kota Tua dulu dikenal sebagai permukiman penting, pusat kota, dan pusat perdagangan di Asia sejak abad ke-16, Oud Batavia merupakan rumah bagi beberapa situs dan bangunan bersejarah di Jakarta. Namun, sekarang lebih dikenal menjadi kawasan wisata di Jakarta.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com, kawasan ini masih ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun asing. Ketika ditanyakan mengenai ditolaknya Kota Tua oleh UNESCO banyak masyarakat yang belum mengetahui kabar tersebut.

Kota Tua Jakarta Tidak Diakui UNESCO, Begini Sindiran Warga
Kawasan Kota Tua Jakarta ditolak UNESCO menjadi World Heritage. (Reyn Gloria/ JawaPos.com)

"Nggak tahu, tapi kalau nggak jadi situs budaya yang memang diakui dunia, wajar sih," tutur Mona, 24 saat ditemui di Kota Tua, Jakarta Barat, Kamis (5/7).

Menurut perempuan muda ini, Pemerintah masih harus membenahi banyak hal di kawasan Kota Tua ini. Sebab, jika ingin mendapat pengakuan dunia perawatan dan pelestarian gedung-gedung tidak bisa ditempuh dengan proses yang instan.

"Butuh proses ini mah supaya diakui dunia. Pemerintah harus perbaikin sana-sini, jangan jalan-jalan aja kota tua in gedung-gedung banyak yang nggak dipakai dan sia-sia jadinya," tuturnya.

Berbeda dengan Mona, tukang parkir di kawasan Kota Tua, Anton, 32 dirinya mengatakan sudah seharusnya dunia mengakui keindahan Kota Tua. Hal ini terbukti dari wisatawan asing yang tidak habisnya mendatangi tempat bersejarah tersebut.

"Gila sih, saya emang belum denger. Tapi kalau dunia nggak ngakuin Kota Tua salah besar, buktinya bule-bule ramai terus di sini bahkan terus jadi pemanis buat wisatawan lokal. Ah, kesel jadinya," tegasnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up