JawaPos Radar

Kota Tua Ditolak UNESCO, Sandi Beralasan Karena Reklamasi

05/07/2018, 08:01 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kota Tua Ditolak UNESCO, Sandi Beralasan Karena Reklamasi
Kawasan Kota Tua Jakarta. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) datang membawa kabar buruk untuk Ibu Kota. Sayangnya, untuk kedua kalinya UNESCO menolak kembali Kota Tua menjadi kawasan World Heritage.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku sedih mendengar keputusan UNESCO tersebut. Namun, dirinya menduga salah satu alasannya dikarenakan adanya reklamasi Teluk Jakarta.

"Salah satunya itu, karena yang dimasukkan bukan hanya Kota Tua tapi juga Kepulauan Seribu, dan lain-lain, kan rusak gara-gara reklamasi kemarin," kata Sandi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

Kota Tua Ditolak UNESCO, Sandi Beralasan Karena Reklamasi
Kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Dok. JawaPos.com)

Menurutnya, Kepulauan Seribu mendapatkan banyak mengalami sedimentasi, sehingga mengalami perubahan yang signifikan. Sedangkan yang diketahui Sandi, peraturan di UNESCO menyatakan situs sejarah tidak boleh mengalami perubahan bentuk dalam penguatan budaya suatu kawasan.

"Waktu kemarin dimasukkan kan submission pertama ini kawasan luas sekali. Saking luasnya perubahan pulau terbangun salah satunya juga. Kali Besar juga kemarin ternyata revitalisasinya nggak sesuai dengan budaya," jelas Sandi.

Dirinya menjelaskan revitalisasi kawasan untuk diajukan sebagai warisan budaya dunia bisa saja tidak sesuai dengan syarat dari UNESCO. Sehingga, Sandi melihat Kota Tua yang dalam pandangannya baik, masih gagal dinilai sebagai kawasan heritage dunia.

"Ya begini, bisa saja menurut kita bagus tapi menurut UNESCO nggak, karena di bawah situ mungkin banyak konservasi, artefak-artefak," tutur Politisi Gerindra ini.

Sebagai informasi pada 2016, Kota Tua dinyatakan gagal menjadi kawasan heritage dunia. UNESCO yang dikenal bergerak di bidang budaya sudah diakui rutin menyeleksi berbagai bangunan bersejarah untuk dijadikan situs sejarah dunia.

Indonesia dinyatakan gagal masuk dalam daftar situs sejarah dunia karena UNESCO telah merilis 18 kawasan heritage dunia untuk tahun 2018. Mirisnya, tidak ada warisan budaya Indonesia yang masuk daftar sebagai warisan budaya dunia.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up