JawaPos Radar

Kota Tua Ditolak UNESCO

Kalahkan Tokyo, Jakarta Jadi Kota Paling Dicintai Warganya

05/07/2018, 12:46 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kalahkan Tokyo, Jakarta Jadi Kota Paling Dicintai Warganya
Kawasan Bunderan Hotel Indonesia yang selalu riuh sebagai jantungnya Ibu Kota Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Walau ditolak UNESCO, Jakarta menerima kemenangan global di ajang We Love Cities 2018 yang diselenggarakan World Wide Fund for Nature (WWF). Tidak hanya itu, Jakarta juga kembali terpilih menjadi pemenang nasional One Planet City Challenge (OPCC).

Kabar baik tersebut menjadi obat untuk Jakarta setelah tidak diakuinya Kota Tua sebagai World Heritage. Dalam kemenangan ini Jakarta berhak menyandang gelar sebagai kota paling dicintai warganya dan mengalahkan sejumlah kota besar lainnya di dunia.

Setelah melewati kampanye masif pada 7 Mei sampai 30 Juni 2018, Jakarta berhasil menjadi pemenang. Penghargaan ini melibatkan kontribusi warga Jakarta untuk memberikan dukungan mereka kepada kotanya melalui voting dan saran-saran per9baikan untuk pembangunan kota. 

Kalahkan Tokyo, Jakarta Jadi Kota Paling Dicintai Warganya
Kehidupan Kota Jakarta yang tak pernah tidur. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Jakarta selaku pemenang kampanye We Love Cities 2018 dan pemenang nasional OPCC akan menerima sertifikat dan pengakuan global pada acara OPCC Global Awards Ceremony dalam rangkaian Global Climate Action Summit di San Francisco, Amerika Serikat pada 12-14 September 2018. 

"Ya benar Jakarta menang bahkan dari Kota Tokyo, Vancouver dan Kuala Lumpur. Ini menunjukkan kemampuan Jakarta merangkul warganya untuk memberikan dukungan dalam ajang kampanye internasional ini," ujar Isnawa Adji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, saat dikonfirmasi Kamis (5/7).

Menurutnya, salah satu kunci kemenangan Jakarta adalah interaksi di sosial media menggunakan tagar #WeLoveJakarta. Tercatat 164.954 interaksi di sosial media dan 4.464 saran untuk menjadikan Jakarta lebih baik dari warga Jakarta.

"Sesuai kebijakan Gubernur Anies Baswedan, bahwa membangun Jakarta harus dengan pendekatan bebasis gerakan," kata Isnawa. 

Dirinya tidak menyangka untuk ja pemenang We Love Cities, Jakarta harus bersaing dengan 50 kota finalis dari 21 negara. Tujuan kampanye ini untuk meningkatkan umpan balik dan melibatkan warga dalam pembangunan kota berkelanjutan untuk mendukung aksi menghadapi tantangan perubahan iklim.

Sementara itu, Global Communicator Sustainable Cities WWF, Victoria Olausson menuturkan, Kota Jakarta memiliki kemampuan yang luar biasa dalam meraih dukungan dari warganya dalam kampanye ini.

"Ketertarikan masyarakat dengan pemerintah kota adalah kunci sebuah kota dalam meraih kesuksesan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," pungkasnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up