JawaPos Radar

Akibat Badai Maria, Jateng Dikepung Ombak Tinggi

05/07/2018, 20:06 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ombak Tinggi
ILUSTRASI: Imbauan penghentian aktivitas melaut sementara diberikan kepada para nelayan di Pantai Jawa Tengah. (Ivan Mardiansyah/Lombok Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Imbauan penghentian aktivitas melaut sementara diberikan kepada para nelayan di Pantai Jawa Tengah. Situasi ini diumumkan menyusul adanya badai tropis Maria berpusat di Samudra Pasifik, tepatnya sisi timur Negara Kepulauan Filipina.

Munculnya badai tropis Maria, seperti diterangkan Iis Harmoko, Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, dapat menyebabkan meningginya gelombang laut hingga 2,5 meter.

"Yang paling berdampak kemungkinan di Pulau Sumatera. Namun, di area Jawa Tengah sendiri, terpaan badai tropis Maria membuat gelombang Laut Jawa meninggi," ujarnya saat dihubungi, Kamis (6/7).

Badai Maria sendiri, sebagaimana dijelaskan Iis, mulanya muncul akibat embusan angin kuat dari bagian timur Filipina. Yang lantas menuju arah tenggara Papua dan berdampak pada wilayah Indonesia yang berada pada bagian tekanan udara rendah.

Berdasarkan pentauan BMKG sejak Rabu (4/7) kemarin hingga hari ini, kecepatan angin tercatat telah mencapai 25 knot. Seperti yang terpantau di wilayah Pos Pengamatan Bandara Tunggul Wulung Cilacap.

Situasi serupa, menurutnya, juga terjadi di wilayah tepi Pantai Selatan Jawa Tengah. Angin kencang efek badai Maria diprediksi berlangsung sampai tiga hari ke depan. 

Iis menambahkan, Badai Maria telah memicu perubahan pusat tekanan rendah di Samudera Hindia bagian barat daya Sumatera dan pusat tekanan tinggi Samudera Pasifik tenggara Australia.

Dengan adanya kondisi ini, pihaknya mengimbau masyarakat di tepi pantai utara maupun selatan Jawa Tengah agar waspada akan adanya fenomena alam ini. Ada baiknya, para nelayan tak usah melaut terlebih dahulu.

"Selain itu pada akhir pekan bisanya banyak wisatawan berkunjung ke laut, diimbau untuk tidak berenang untuk sekedar mandi di laut karena gelombang tinggi sangat berbahaya," tandasnya. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up