alexametrics

Polda Kalbar Panggil Ratusan LC Karaoke, Ada Apa?

5 Juni 2017, 20:47:00 WIB

JawaPos.com – Polda Kalbar memanggil wanita-wanita cantik nan seksi yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) atau purel (pemandu karaoke) Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Pontianak.

Hal itu dibenarkan Kaur Lipprodok Bid Humas Polda Kalbar AKP Cucu Syafiudin. Menurutnya, adanya pemanggilan wanita penghibur pria tamu karaoke tersebut untuk cipta kondisi saat bulan suci Ramadan.

Informasi yang didapat Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), sedikitnya LC yang dipanggil berjumlah 152 wanita. Meliputi 40 wanita LC Hotel Kini 40, tujuh LC Rain, 30 LC Ibizza, 25 LC Imperium Garuda Hotel, 15 LC Planet Hollywood dan 35 LC Aston.

“Pemanggilan dan pendataan dilakukan Subdit IV (Renata) Dit Reskrimum Polda Kalbar,” kata AKP Cucu dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Senin (5/6).

Pendataan tidak hanya untuk LC, melainkan melakukan pembinaan terhadap THM. “Tujuannya mengantisipasi penyakit masyarakat (Pekat),” jelas Cucu.

Penyakit masyarakat apa yang rawan terjadi di Karaoke? Cucu menjawab, penyakit masyarakat yang rawan dan perlu diantisipasi adalah prostitusi, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kejahatan lainnya. Termasuk pesta narkoba yang sering dilakukan di room THM. Ladies bisa menghubungi polisi, apabila menemukan tamunya membawa apalagi mengonsumsi narkoba.

“Ke depan, jika terjadi kejadian menimpa LC, maka Polda dapat menghubungi keluarga LC tersebut. Alamatnya dan nomor telepon keluarganya kita minta, kemudian kita data,” jelas AKP Cucu.

Walaupun tak pernah terdengar kabar pemanggilan atau pendataan yang dilakukan Polda terhadap LC THM, Namun AKP Cucu membantah, baru pertama kali dilakukan pihaknya. “Bukan kali ini saja,” katanya.

Diakuinya, pembinaan terhadap wanita-wanita cantik dan seksi ini akan terus berlanjut. Apalagi kebanyakan LC ini datang dari luar Kalbar. “Selain didata, mereka juga diberi arahan agar cerdas, tidak aneh-aneh saat menjalankan kerjaannya,” ujarnya.

Agar LC tidak menjadi korban kejahatan atau korban minuman keras (Miras) saat menemani tamu, perlu kepedulian dari pengelola THM. “Jangan berorientasi keuntungan saja. Tapi norma-norma yang berlaku di masyarakat harus dijunjung tinggi. Jadi keamanan LC dalam menjalankan tugas juga harus dijaga,” ungkap AKP Cucu.

Tidak mungkin kepolisian menunggu di setiap room karaoke yang ada di Kota Pontianak. “Nggak mungkin kan polisi menunggu setiap room yang ada tamu lagi karaoke. Selain itu, Pemkot juga perlu meningkatkan pengawasan operasionalnya. Jika ada yang menyimpang, harus ditinjau izin usahanya,” tegasnya. (zrn/fab/JPG)

Editor : Fadhil Al Birra

Saksikan video menarik berikut ini:


Polda Kalbar Panggil Ratusan LC Karaoke, Ada Apa?