alexametrics

Masjid untuk Kampanye, Wakapolri: Ada Ranahnya Sendiri

5 Mei 2018, 14:59:45 WIB

JawaPos.com – Memasuki masa kampanye pemilihan kepala daerah (pillkada) dan Pilpres, Wakapolri Komjen. Pol. Sjafruddin mengingatkan kepada seluruh pihak bahwa masjid bukan ranah yang tepat dijadikan sebagai tempat kampanye. Menurutnya, sesuai visinya, masjid adalah ruang untuk memakmurkan masyarakat dan meningkatkan nilai ibadah.

Wakil Ketua Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) tersebut mengingatkan ada ranah tersendiri untuk agenda kampanye. Sesuai visinya, masjid sebagai tempat untuk meningkatkan nilai ibadah, bukan untuk agenda kepentingan kelompok politik tertentu. Namun demikian, dirinya tidak mempersoalkan bila masjid dimanfaatkan sebagai ruang untuk kampanye.

“Pokoknya, pengurus dewan masjid menjalankan sesuai dengan visinya, yaitu memakmurkan dan menghidupkan masjid, memfasilitasi umat Islam yang ingin beribadah, itu yang menjadi ikon kami,” ungkapnya usai menghadiri Simposium Wisata Religi Berbasis Masjid di Aula Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Sabtu (5/5).

Dia mengatakan, pengurus masjid hanya memberikan fasilitas bagi jamaah umat Islam yang ingin beribadah. Akan tetapi, jika ada kelompok masyarakat yang memanfaatkan masjid sebagai ruang kampanye politik, tidak dipersoalkan.

Sjafruddin mengatakan, tidak ada sanksi yang mengatur pelarangan kampanye politik di masjid. Mengingat kebanyakan masjid di Indonesia dibangun atas swadaya masyarakat, bukan dibangun oleh kelompok tertentu.

Sehingga bila ada kegiatan kampanye dengan mendukung calon kepala daerah atau calon presiden di dalam masjid, pihak yang bersangkutan tidak bisa disanksi.

“Tugas dewan masjid hanya memfasilitasi. Kebanyakan masjid itu dibangun atas swadaya masyarakat sendiri, jadi tidak ada sanksi yang mengatur soal kampanye,” ujarnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (wiw/JPC)



Close Ads
Masjid untuk Kampanye, Wakapolri: Ada Ranahnya Sendiri