alexametrics

Gelar Kirab Agung, Raja Solo Naik Kereta Buatan Tahun 1836

5 Mei 2018, 16:58:05 WIB

JawaPos.com – Keraton Kasunanan Surakarta menggelar kirab Agung Tingalan Dalem Jumenenengan SISKS Pakoe Boewono XIII, Hangabehi, Sabtu (5/5) siang. Kirab tersebut hanya diadakan saat raja yang menginginkan, sehingga tidak digelar setiap tahun.

Untuk kirab kali ini, raja PB XIII akan ikut dalam iring-iringan kirab dan naik di kereta Kiai Garuda Kencana buatan kisaran tahun 1836.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo menjelaskan, bahwa kereta kencana Kiai Garuda Kencana itu pertama kali dipesan oleh PB VII. Tetapi saat dalam proses pembuatan, PB VII meninggal dunia.

Dan kereta kencana itu selesai saat keraton Surakarta dipimpin oleh PB VIII. Sehingga yang harus membayar uang untuk kereta kencana adalah PB VIII. 

“Tetapi PB VIII belum sempat untuk menaiki kereta tersebut karena wafat. Dan yang pertama menaiki kereta Kiai Garuda Kencana itu adalah PB IX,” terang pria yang akrab disapa Gusti Dipo tersebut kepada JawaPos.com.

Sementara untuk kirab Agung sendiri akan diikuti oleh lebih kurang 4.000 peserta. Mereka diantaranya para sentana, abdi dalem dan para tamu undangan. Sedangkan untuk jumlah Kereta kencana yang akan mengikuti kirab lebih kurang sebanyak 14 kereta kencana. Jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah tamu yang akan mengikuti kirab. 

“Kirab agung ini memang tidak diadakan setiap tahun, hanya kalau raja yang meminta. Jadi untuk tingalan dalem Jumenengan ini adalah permintaan dari raja,” katanya.

Gusti Dipo berharap dengan adanya kirab Agung bisa menjadi salah satu upaya dalam mempertahankan budaya yang ada. Di samping itu, dengan adanya kirab ini supaya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat terutama dalam menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata budaya. 

“Masyarakat bisa memanfaatkannya, misalkan dengan destinasi wisata budaya yang ada di Solo,” tandasnya.

Rute kirab sendiri akan berjalan dari Keraton Kasunanan Surakarta, menuju jalan Slamet Riyadi, dan berjalan melalui samping kantor Telkom menuju Jalan Kapten Mulyadi. Selanjutnya kirab akan berjalan melalui jalan Veteran, kemudian menuju ke arah Nonongan, kembali ke Jalan Slamet Riyadi dan masuk ke dalam Keraton.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (apl/JPC)

Gelar Kirab Agung, Raja Solo Naik Kereta Buatan Tahun 1836