JawaPos Radar

DPC Gerindra Jateng Ditunggui Brimob, Sriyanto: Seperti Teroris Saja

05/05/2018, 16:53 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Brimob Bersenjata Lengkap
BERSENJATA LENGKAP: Kantor DPC Partai Gerindra Kota Semarang dikawal ketat sejumlah personel Brimob Polda Jateng, Sabtu (5/5). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seisi Kantor DPC Partai Gerindra Kota Semarang dibikin tak nyaman dengan kehadiran sejumlah personel Brimob di sekitaran lingkungan kerja mereka. Satuan bersenjatakan senapan laras panjang itu dilaporkan telah berjaga selama dua hari belakangan, yakni pada Jumat (4/5) dan Sabtu (5/5) di kantor yang terletak di Kanguru Raya, Kota Semarang.

Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputro mengatakan, dirinya sebenarnya merasa tak masalah dengan kehadiran aparat di kantornya, lantaran selama ini pihaknya juga sering menerima tamu, termasuk polisi. Bahkan setiap ada kegiatan yang menghadirkan massa selalu memberitahukan ke petugas. 

Meski begitu, ia berujar kedatangan polisi bersenjatakan senapan laras panjang secara tiba-tiba mengesankan seperti ada masalah di partainya. "Seperti memburu teroris saja," katanya, Sabtu (5/5). 

Brimob Bersenjata Lengkap
Keberadaan Brimob bersenjata lengkap membuat suasana menjadi tidak nyaman (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Sriyanto pun lantas mempertanyakan SOP aparat terkait dengan pengamanan jelang Pilgub. Menurutnya, apabila diturunkannya satuan ini merupakan bagian dari patroli rutin, ia mempertanyakan surat tugas dan dilibatkannya senapan bersenjata laras panjang dalam proses itu.

"Ini over acting. Dengan cara tersebut justru mengesankan suasana mencekam jelang pilgub padahal sejatinya kondusif alias adem ayem," tegasnya. 

Pria yang juga Anggota DPRD Komisi A itu lantas menengarai, kehadiran anggota Brimob ini terkait dengan beredarnya info berantai melalui WhatsApp. Bertuliskan ajakan pengerahan massa oleh kelompok pendukung paslon cagub dan cawagub Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah di acara car free day (CFD), sekitar Simpanglima Semarang dengan mengenakan kaos #2019Ganti Presiden.

"Bahkan beredar WA beranting seolah Pak Prabowo akan hadir. WA tersebut dipastikan hoax karena Gerindra tidak mengadakan kegiatan tersebut, apalagi Minggu 6 Mei posisi Pak Prabowo di Pasuruan Jatim acara apel laskar dalam rangkaian Prabowo Menyapa Warga Jatim," ungkapnya. 

Sementara Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Agus Triatmaja membantah pihaknya telah melakukan aksi berlebihan dengan menerjunkan personel bersenjata laras panjang ke kantor DPD Partai Gerindra Jateng. Ia menyebut bahwa apa yang dilakukan personel Brimob Polda Jateng itu merupakan patroli biasa.

"Kegiatan yang dilakukan aparat Brimob Polda Jateng itu sebatas patroli biasa untuk menciptakan suasana kondusif selama Pilkada atau Pilgub Jateng 2018," ujarnya ketika dihubungi.

Agus juga mengatakan apa yang dilakukan jajaran Brimob itu tidak ada kaitan dengan isu kaos #2019 Ganti Presiden maupun isu pengerahan massa pada acara CFD di Simpang Lima, Kota Semarang. "Kalau itu saya kurang tahu," sambungnya.

Agus menambahkan selama Pilgub Jateng 2018 ada sejumlah lokasi lain yang menjadi sasaran patroli aparat kepolisian, tak terkecuali personel Brimob yang kerap membawa senjata lengkap. Lokasi itu diantaranya, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan kantor-kantor partai politik.

“Jadi enggak perlu panik. Lagi pula patroli semacam itu juga sudah digelar sejak beberapa waktu lalu. Tidak hanya saat ini saja,” tegasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up