alexametrics
Kondisi Kandang Memprihatinkan

Penangkaran Buaya di Berau Kurang Diperhatikan Pemerintah

5 April 2019, 05:28:45 WIB

JawaPos.com – Kandang buaya yang dikelola Muhammad Irsani di Jalan Raja Alam I, Gang Buaya Badas, Sambaliung, Berau, Kalimantan Timur (Kaltom) kondisinya mulai memprihatinkan. Kandang predator air yang dibangun sejak 1999 itu dinilai sudah tidak layak menampung 30 ekor buaya yang terus membesar.

Muhammad Irsani mengaku kewalahan harus mengurus buaya sebanyak itu. Terlebih kandang buaya yang berada di tengah permukiman penduduk membuatnya tidak bisa tidur lelap setiap malam.

“Terutama saat hujan deras, aduh saya tidak berani tidur karena takutnya banjir. Sebab jika kandang ini kebanjiran, maka buaya-buaya itu pun pada lepas. Karena kandangnya juga sudah tidak layak lagi,” beber mantan Kepala Perpustakaan Berau itu dikutip dari Berau Post (Jawa Pos Group), Jumat (5/4).

Lebih lanjut, Irsani mengatakan selama 20 tahun terakhir, ia merawat buaya-buaya tersebut hingga pernah mencapai 270 ekor yang ia lepaskan ke habitat aslinya. Karena itu pun, ia sudah tiga kali mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Presiden RI.

“Pada 1999, saya diundang ke Istana Negara menerima penghargaan dari Presiden B.J Habibie. Yang kedua kalinya pada 2007, juga mendapat penghargaan Presiden Ibu Megawati, dan terakhir 2010 dari Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono,red.),” ujarnya.

Dari semua penghargaan yang telah diterimanya itu, tidak ada sepeser pun bantuan dari pemerintah untuk pakan buaya, bahkan dirinya beberapa kali mengusulkan untuk merelokasi kandang buaya tersebut, namun tidak mendapat respons dari pemerintah.

“Kemarin sempat dibilang bahwa pemindahan akan dianggarkan melalui ABT (anggaran biaya tambahan,red.) tahun 2018 atau di anggaran murni 2019. Tapi sampai sekarang tidak ada. Saya pun sudah pensiun, jadi tidak sanggup lagi membelikan pakan untuk buaya tersebut,” ujarnya.

Dikatakan Irsani, dalam sepekan, buaya tersebut bisa menghabiskan 100 kilogram (kg) ayam. Kaena itu, ia berharap kepada pemerintah agar bisa merelokasi buaya tersebut ke tempat yang lebih layak dan aman.

Irsani juga mengaku sudah beberapa kali mendapat teguran dari warga sekitar terkait kandang buaya yang dipeliharanya itu sudah tidak layak. Tak bisa dibayangkan, andai saja saat kolam penangkaran buaya tersebut kebanjiran, lalu buaya-buaya yang ada keluar kandang dan menyerang warga sekitar. Karna itu, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, pemerintah mesti secepatnya melakukan antisipasi.

“Itu di kandang ada 30 ekor. Saya hanya minta ganti Rp 300 juta kepada Pemda. Itu untuk biaya makan buaya tersebut selama ini dari sejak kecil hingga besar seperti sekarang. Kalau dibiarkan, maka saya takutkan ada korban jiwa,” ujar mantan Camat Kelay itu.

Editor : Estu Suryowati



Close Ads