JawaPos Radar

1.200 Lowongan Kerja Dibuka

05/04/2018, 03:55 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Job Market Fair
JOB FAIR: Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi saat membuka Job Market Fair di Aula Skodam V Brawijaya, Rabu (4/4). (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Angka pengangguran di Kota Malang memang terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, angka pengangguran saat ini mencapai 31.933 orang. Sementara 33,8 persennya didominasi oleh lulusan Perguruan Tinggi.

Berdasarkan latar belakang itulah, Pemerintah Kota (Pemmkot) Malang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Malang menggelar job market fair sebagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran. Job market fair tersebut digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 4-5 April di Aula Skodam V Brawijaya.

Dalam acara tersebut, setidaknya potensi jumlah lowongan kerja yang dapat dimanfaatkan warga masyarakat Kota Malang sekitar 1.200 lowongan. 

Job Market Fair
TINJAU STAND: Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi saat meninjau salah satu stand di job market fair. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Pasalnya, terdapat 58 perusahaan yang turut andil, diantaranya ada 31 perusahaan dari Kota Malang, 10 perusahaan dari Kota Surabaya, 8 perusahaan dari Kabupaten Malang, 3 perusahaan dari Kabupaten Pasuruan, 2 perusahaan dari Kota Batu, 2 perusahaan Kabupaten Sidoarjo, 1 perusahaan dari Kota Tangerang, dan 1 perusahaan dari Kabupaten Mojokerto.

Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi mengatakan, permasalahan dalam tenaga kerja yakni dikarenakan faktor tidak proporsionalnya antara jumlah lapangan pekerjaan dan pencari kerja. Oleh karena itu, lanjutnya, peran pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan agar proporsionalitas itu bisa terjaga dengan baik dan jumlah pengangguran bisa menurun.

Dia menjelaskan, tenaga kerja ini pada dasarnya dibagi menjadi tiga kategori, yakni tenaga kerja terlatih, tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja tidak terlatih.

Menurutnya, hal itu tentunya membutuhkan sebuah penanganan dari pemerintah agar tiga kategori itu bisa merata dalam mendapatkan peluang bekerja. "Kami terus berusaha dan berharap agar para pencari kerja dari tiga kategori itu dapat tertampung secara proporsional, meskipun jumlah orang dalam kategori tenaga kerja tersebut berbeda," ujarnya, Rabu (4/4).

Selain itu, lanjut dia, sistem dalam pemerintahan utamanya terkait dengan penyerapan anggaran juga salah satunya berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

Selama ini, kata Wahid Wahyudi, di hampir seluruh kota/kabupaten di Indonesia penyerapan anggaran tidak proporsional antara triwulan satu, triwulan dua, triwulan tiga dan triwulan empat.

"Selama ini kebanyakan anggaran menumpuk pada triwulan empat, sehingga sistem ini yang harus di perbaiki karena berdampak terhadap lowongan kerja. Kalau misalnya proporsional penyerapan anggaran per triwulan itu, maka sepanjang tahun ketersediaan lapangan kerja ini bisa proposional," pungkasnya.

Sementara itu Asisten Administrasi Umum Pemkot Malang, Supranoto menambahkan, maksud dan tujuan dari kegiatan Job Market Fair ini adalah untuk menyebarluaskan kesempatan kerja, memberikan informasi lowongan pekerjaan, mempertemukan antara pencari kerja dan pemberi kerja, dan mengurangi angka pengangguran.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up