alexametrics

Satu Tewas, Jumlah Penderita DBD Terus Bertambah

5 April 2017, 03:45:45 WIB

JawaPos.com – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru semakin bertambah. Kini diketahui ada seorang warga yang masih berusia enam bulan meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aides Aigepty itu.

Diketahui saat ini jumlah penderita DBD di Kota Pekanbaru mencapai 205 orang. Sementara korban meninggal dunia adalah Meisal Zefano bayi laki-laki berusia 6 bulan, buah hati dari Rivali Sianturi, warga Jalan Mawar lorong utama, Kelurahan Padang Terubuk, Kecamatan Senapelan.

Meisal Zufano diketahui menghembuskan nafas terakhir di RS Santa Maria pada Sabtu (25/3) lalu, lantaran terlambat mendapat pertolongan medis.

Informasi yang dihimpung Riau Pos (Jawa Pos Group) di rumah korban, dua hari setelah Meisal Zufano meninggal dunia, pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru melakukan fogging di sekitaran tempat tinggalnya.

“Karena DBD meninggalnya, karena hari Senin (27/3) lalu ada pihak dari Diskes turun lansung melakukan fogging,” papar salah seorang tetangga di rumah orang tua Meisal Zufano.

Saat itu kedua orang tua Meisal Zufano memang tidak berada di rumah. Sehingga hanya dapat mengumpulkan informasi dari tetangga saja. Selain Meisal, saudaranya yang berusia 3 tahun juga terserang DBD, namun kini sudah sembuh karena cepat mendapat pertolongan dari medis. 

Setiap hari bayi itu dijaga oleh pengasuh, karena kedua orang tua anak tersebut bekerja sebagai pedagang buah di Pasar Pusat. “Dua orang yang kena DBD, MZ meninggal dunia, sementara saudaranya yang masih berusia 3 tahun sudah sembuh karena cepat dibawa ke rumah sakit,” tambahnya

Jika dilihat kondisi dari luar, rumah korban tampak bersih. Namun rumah tetangga korban yang berada di sisi kanan tampak kumuh.
Rumah itu dihuni sepasang suami istri. Namunya sang suaminya tengah mengalami gangguan jiwa, sementara istri dalam keadaan sakit. Kini kondisi rumah itu sudah tampak bersih karena warga sekitar melakukan gontong royong bersama.

“Rumah di sebelahnya kotor, mau dibersihkan susah. Karena ada penghuni gangguan jiwa, kemarin itu di bagian teras saja dibersihkan. Penghuninya dikunci dalam agar tidak bisa keluar rumah. Bagian dalam tidak bisa dibersihkan karena penghuni tak mau keluar rumah,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Helda S Munir mengaku tidak tahu ada korban jiwa akibat DBD. Dia beralasan belum mendapat informasi itu.

Di tempat lain, Kabid Promkes Dinkes Pekanbaru, Gustiyanti mengakui ada korban jiwa akibat penyakit DBD, yakni  bayi berusia 6 bulan. “Iya benar, sudah ada korban jiwa meninggal karena DBD,”ungkap Gustiyanti melalui sambungan selular

Dia mengatakan, MZ pertama kali mengalami demam, lalu  dibawa berobat. Namun belum ditemui tanda-tanda terserang penyakit dari gigitan nyamuk Aides Aigepty.

“Waktu pertama kali dibawa berobat tidak ditemui gelaja DBD, setelah itu dikasih obat turun panasnya. Dua hari kemudian demam lagi tapi tidak dibawa pergi berobat. Pada hari ke lima si anak mengalami demam kejang lantas dibawa ke RS Santa Maria. Tidak lama mendapat pertolongan medis bayi itu meninggal dunia,” sampainya.

Terhadap persoalan tersebut, pihaknya sudah melakukan koodinasi dengan RS Santa Maria. “Kita sudah tanyakan juga ke pihak RS, korban terlambat mendapatkan pertolongan medis sehingga meninggal dunia,” sampainya

Untuk diketahui, saat ini di Pekanbaru terdapat 205 penderita DBD. Semua itu tersebar di sejumlah kecamatan. Terbanyak terdapat di Kecamatan Bukit Raya 40 orang, Payung Sekaki 20 orang, Marpoyan Damai 31 orang. Di kecamatan lain juga ada, tapi jumlahnya di bawah 20 orang. (*3/iil/JPG)

Editor : Ilham Safutra



Close Ads
Satu Tewas, Jumlah Penderita DBD Terus Bertambah