alexametrics
Bandingkan dengan Kasus Ahok

Beredar Surat Dhani untuk El, Pesan Pamungkas: Ini Tahun Politik

5 Maret 2019, 19:08:03 WIB

JawaPos.com- Ahmad Dhani Prasetyo kembali menulis surat. Setelah menulis untuk ibunya dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, surat Dhani kali ini ditujukan untuk putra keduanya, El Jalaluddin Rumi.

Dewi Haroen, kenalan dekat Ahmad Dhani yang menyalin dan membagikan surat itu kepada JawaPos.com. Dia juga menyebarkan salinan dan foto surat aslinya di WhatsApp group bernama Media Relation ADP.

Judulnya ‘Surat untuk Anakku El Jalaluddin Rumi’. Ada enam poin pesan yang ditulis Dhani untuk El. Kabarnya, Dhani menulis surat itu di Rutan Kelas IA Medaeng, beberapa jam sebelum menjalani sidang di PN Surabaya, Selasa (5/3).

Beredar Surat Dhani untuk El, Pesan Pamungkas: Ini Tahun Politik
Bagian akhir surat Dhani untuk El. Dhani berpesan agar El berhati-hati di Inggris dan diakhiri dengan tanda tangan. (Dewi Haroen for JawaPos.com)

“EL, Ayah sampai saat ini belum dengan kabar mu di Inggris. Mungkin kamu juga belum dengar kabar Ayah. Terakhir kita chat saat ayah di mobil tahanan menuju Cipinang,” tulis Dhani pada pembuka suratnya.

Dhani juga menulis soal kabar dirinya di Rutan Medaeng. Dia mengabarkan kepada El bahwa kondisinya baik-baik saja. Kemudian, Ahmad Dhani menceritakan soal proses hukum yang dijalaninya.

Dia menjelaskan ke El bahwa dirinya sedang menjalani upaya banding, bukan vonis. Berbeda dengan perkara yang menjerat Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurutnya, Ahok divonis penjara karena tidak melakukan banding. Selain itu, perkara yang menjerat Ahok mengancam keamanan negara.

Dia mencontohkan, munculnya gerakan 411 dan 212 sebagai dampak dari kelakuan Ahok. Untuk itu, dirinya ingin tidak ada kesalahan persepsi di kalangan publik.

“Menjalani vonis karena dia (Ahok) tidak melakukan upaya Banding. Banyak orang tidak melek hukum yang salah membandingkan kasus Ahok dan Ahmad Dhani,” tulis Ahmad Dhani.

Selain menjelaskan duduk perkara yang menjeratnya, Ahmad Dhani juga menulis curhatan lain kepada El. Antara lain, tangisan Ahmad Al Ghazali dan Abdul Qodir Jaelani saat konser di Kuala Lumpur.

“Mereka menangis karena terharu melihat rubuan orang Malaysia begitu menghormati ayah dan men-support terhadap apa yang sedang ayah perjuangkan,” tambahnya.

Pada pesan pamungkasnya, Dhani meminta agar El berhati-hati di Inggris. Sebab menurut Dhani, tahun ini adalah tahun politik. “Ati-ati di sana. Ini tahun politik,” tulisnya dan membubuhkkan tanda tangannya di pojok kanan bawah surat.

Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Hukum Ahmad Dhani, Sahid dan Aldwin Rahadian mengaku tidak mengetahui secara persis soal surat tersebut. Aldwin hanya mendengar jika seorang anggota provost di PN Surabaya menyita surat itu saat akan dibagikan kepada awak media.

“Kabarnya begitu. Saya kurang tahu persis,” ungkap Aldwin.

Berikut isi lengkap surat Ahmad Dhani yang diperoleh JawaPos.com dari Dewi Haroen:

“SURAT UNTUK ANAK KU EL JALALUDDIN RUMI

EL, Ayah sampai saat ini belum dengan kabar mu di Inggris. Mungkin kamu juga belum dengar kabar Ayah. Terakhir kita CHAT saat ayah di Mobil TAHANAN menuju Cipinang.

1. EL , Ayah di Rutan baik baik saja. Disini Ayah malah punya kesempatan banyak doa untuk kamu dan Keluarga.

2. EL , kamu harus tau bahwa Ayah ini TIDAK SEDANG MENJALANI VONIS ( karena Ayah sudah dan sedang melakukan UPAYA BANDING) Berbeda dengan Ahok. Ahok di penjara karena dia MENJALANI VONIS karena dia tidak MELAKUKAN upaya Banding.
( Banyak orang TIDAK MELEK HUKUM yg salah membandingkan KASUS AHOK Vs KASUS AHMADDHANI )

Pasal KASUS Ahok itu KUHP MURNI. DAN KASUS AHOK ITU MENGANCAM KEAMANAN NEGARA ( lihat masive nya 411 dan 211 )

Sedangkan, Pasal Ayah itu Pasal ITE 28 itu PASAL KARET (bisa di Tarik ke sana sini) Karena tidak ada SUBYEK HUKUM yang di sebut.
Tidak mengancam siapapun dan KORBAN nya pun gak ada.

Dan Ahok di penjara di tempat ISTIMEWA , Bukan seperti Ayah , di PENJARA di tempat yang SAH MENURUT UNDANG UNDANG.

3. Ayah di sini karena PENETAPAN PENGADILAN TINGGI ( di tahan 30 hari ). Menurut surat Pengadilan Tinggi ke KomNasHam, Ayah ditahan 30 hari karena Proses penyidik an BANDING. Tapi selama 30 hari , Ayah tidak di periksa. Malah sekarang di tambah 60 hari.

4. EL, kakak mu AL dan adik mu Dul menangis di Kuala Lumpur bukan karena LEMAH.
Mereka MENANGIS KARENA TERHARU MELIHAT RIBUAN ORANG MALAYSIA BEGITU MENGHORMATI AYAH DAN MEN SUPPORT TERHADAP APA YANG SEDANG AYAH PERJUANGKAN. Perasaan ini tidak mungkin menyentuh mereka yang tidak punya AYAH se Legend Ayahmu dan TIDAK PUNYA RASA NASIONALISME DAN JIWA PATRIOTISME.

5. EL, Ayah menangis di PN Surabaya karena adik mu Feea selalu bertanya terus “ kapan Ayah pulang? “ , karena dia mau ber ulang tahun yang ke 8 bersama Ayah seperti yg sudah lama kita rencana kan. PERASAAN ITU HANYA DI MILIKI OLEH LAKI LAKI YANG PUNYA ANAK PEREMPUAN. kamu nanti juga akan punya perasaan Yang sama jika kamu di anugerahi anak PEREMPUAN.

6. ATI-ATI DI SANA- INI TAHUN POLITIK”

Editor : Dida Tenola

Reporter : Aryo Mahendro

Beredar Surat Dhani untuk El, Pesan Pamungkas: Ini Tahun Politik