alexametrics

Berawal dari Safari Jumat, 5 Petinggi Nasdem Akhirnya Divonis Bersalah

5 Maret 2019, 08:50:38 WIB

JawaPos.com – Lima terlapor divonis bersalah dalam sidang pelanggaran administrasi pemilu di Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (4/3). Tak ada banding atas putusan itu. Terlapor menyatakan bersikap legawa.

“Kami menerima putusan Bawaslu. Harus dihormati. Kami anggap sebagai introspeksi diri,” kata Ketua DPD Nasdem Banjar Akhmad Rizani Anshari sebagaimana diberitakan Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Selasa (5/3).

Dia datang seorang diri untuk mewakili empat terlapor lainnya. Mereka adalah Ketua Dewan Pertimbangan DPD Nasdem Banjar Saidi Mansyur yang lebih dikenal sebagai Wakil Bupati Banjar. Lalu Ketua DPW Nasdem Kalsel Guntur Prawira, Bendahara DPD Nasdem Banjar Abdussamad, dan Wakil Ketua Bidang OKK DPD Nasdem Banjar Muhammad Syafwani.

Kasus ini berawal dari safari Jumat pada 1 Februari lalu. Ketika Saidi memboyong rombongan partai ke masjid di Desa Pindahan Baru Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar.

Setelah salat Jumat berjamaah dan makan siang, digelar acara pengenalan caleg di halaman rumah salah seorang terlapor. “Sekalipun cuma memenuhi undangan silaturahmi warga, ternyata memang tergolong kampanye,” imbuhnya.

Rizani berharap, persidangan ini bisa menjadi pelajaran bagi semua kader partai. “Kami wanti-wanti untuk berhati-hati. Apalagi berbagi-bagi sembako ternyata bisa tergolong tindak pidana pemilu,” jelasnya.

Sidang dipimpin Azhar Ridhani dengan anggota Aries Mardiono. Dalam putusan yang dibacakan majelis, kelima terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar administrasi pemilu.

“Dari hasil investigasi Bawaslu, acara itu merupakan kampanye tatap muka. Tanpa menulis surat pemberitahuan ke kepolisian. Jumlah pesertanya juga melebihi tempat duduk yang disediakan,” terang Azhar.

Bawaslu lantas memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel untuk menjatuhkan sanksi administrasi kepada lima terlapor. Sanksi yang sebenarnya cuma berupa teguran tertulis.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banjar Muhammad Syahrial Fitri mengatakan, ada dampak positif setelah kasus ini disidangkan. “Sekarang, setiap hari ada saja caleg dan parpol yang menembuskan STTP-nya ke kantor kami,” ujarnya.

Hingga kemarin, tercatat ada empat rangkaian sidang. Tapi dari awal sampai akhir, hanya terlapor Rizani yang setia hadir. Bagaimana dia menanggapinya? “Mestinya semua terlapor hadir. Jadi bisa menggunakan hak jawabnya. Ada ruang pembelaan,” sesalnya.

Sekalipun begitu, Syahrial memberi kredit khusus kepada para terlapor. “Mereka kooperatif sekali,” tuturnya. Baginya, sidang ini murni demi pendidikan politik. Bukan untuk mempermalukan salah satu kontestan pemilu.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads
Berawal dari Safari Jumat, 5 Petinggi Nasdem Akhirnya Divonis Bersalah