alexametrics

Warga Tionghoa Berharap Kerukunan Tetap Terjaga

5 Februari 2019, 14:38:35 WIB

JawaPos.com – Warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Jogjakarta berharap kemeriahan perayaan Imlek bisa terus dirasakan. Kerukunan sekaligus tetap terjaga. Terlebih sekarang sudah masuk tahun politik.

“Ini kan tahun baru, secara personal ke depan bisa menjadi lebih baik lagi. Kalau untuk umum, supaya tetap meriah dirayakan di Jogjakarta,” kata Sharon Laurensia, 20, warga Babarsari, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), saat ditemui di Kelenteng Fuk Ling Miau Gondomanan, Kota Jogjakarta, Selasa (5/2).

Ia mengaku setiap Minggu berdoa di kelenteng. Termasuk sembahyang yang dilakukan saat tahun baru Imlek. Perempuan asal Bangka Belitung ini mengatakan, kerukunan umat antaragama cukup baik. Meski saat ini sudah masuk tahun Pemilu. “Semoga tetap rukun. Kalau untuk pemilu di Jogja, biasa saja sih. Tidak terlalu ada (kejadian yang menonjol),” ucapnya.

Perayaan tahun baru Imlek di Jogjakarta, mulai cukup terasa. Misalnya di Malioboro, sejumlah lampion menghiasi jalan. Berbagai atraksi budaya khas Tionghoa pun meramaikan berbagai pusat perbelanjaan maupun tempat wisata.

Seperti di Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Tempat wisata air itu menggelar pertunjukan Barongsai. “Pertunjukan spektakuler, Barongsai versus Bajak Laut di South Beach Jogja Bay. Barisan naga barongsai singa Mataram,” terang Public Relation Jogja Bay, Medha Zeli Elsita.

Selain itu, Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) atau Pusat Seni dan Budaya Tionghoa Jogjakarta juga akan menggelar acara tahunan yang dipusatkan di Kampoeng Ketandan Kota Jogjakarta. “Acara rutin karnaval budaya nanti juga digelar di Malioboro,” kata Humas dan Publikasi Panitia Pekan Budaya Tionghoa Jogjakarta 2019 Ng Liong Ho.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Ridho Hidayat

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Warga Tionghoa Berharap Kerukunan Tetap Terjaga