JawaPos Radar | Iklan Jitu

Satu Jadi Tersangka, 22 Saksi Masih Diperiksa

Taruna ATKP Makassar Dibunuh Senior, Dada Dihantam Berulang Kali

05 Februari 2019, 18:06:50 WIB
Taruna ATKP Makassar Dibunuh Senior, Dada Dihantam Berulang Kali
Kapolrestabes Makassar Kombespol Dwi Ariwibowo menunjukkan barang bukti kekerasan fisik yang dialami taruna ATKP Makassar, Aldama Putra. (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Penyebab kematian Aldama Putra, 19, terjawab sudah. Kecurigaan orang tuanya yang menduga Aldama sempat dipukul memang terbukti. Taruna tingkat I Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar itu dibunuh oleh seniornya.

Polrestabes resmi menetapkan M. Rusdi, 21, sebagai tersangka pembunuhan tersebut. Rusdi merupakan taruna tingkat II ATKP Makassar.

"Kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tegas Kapolrestabes Makassar Kombespol Dwi Ariwibowo, Selasa (5/2).

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, korban meninggal akibat penganiayaan berat. Penganiayaa itu dipicu karena korban tidak memakai helm saat masuk ke lingkungan kampus, Sabtu (2/2).

"Jadi karena melihat ada pelanggaran, korban tidak menggunakan helm saat selesai melaksanakan izin bermalam luar (IBL) dan masuk ke dalam kampus," ungkap Dwi.

Tersangka Rusdi dan rekan setingkatnya sempat menegur korban. Aldama juga diminta untuk menghadap sang senior. Namun baru keesokan harinya, Minggu (3/2), korban menemui Rusdi. Oleh tersangka dan sejumlah rekannya, korban ditempatkan di dalam salah satu ruangan untuk diberikan sanksi fisik.

"Tersangka melakukan kekerasan fisik, menyuruh korban untuk tobat. Kaki dilebarkan (ke atas) dengan kepala di bawah sebagai tumpuan dan kedua tangan di belakang pinggang," terang Dwi.

Tak berhenti sampai di situ, kekerasan berlanjut setelah tersangka menyuruh korban untuk bangun. Dada korban dihantam berulang kali oleh tersangka. Beberapa saat kemudian korban disebutkan oleng dan langsung terjatuh.

"Karena panik tersangka dan taruna-taruna lain sempat memberikan pertolongan pertama dengan napas bantuan. Terus dilarikan ke ruang perawatan sebelum dibawa lagi ke rumah sakit terdekat," ucap Dwi.

Malang, sebelum sampai rumah sakit, nyawa Aldama tak tertolong. Sejauh ini polisi telah memeriksa 22 orang saksi. Umumnya, saksi yang diperiksa adalah taruna setingkat dengan tersangka. "Tidak menutup kemungkinan ada lagi (tersangka), karena kami masih lanjut kembangkan lagi," terang perwira polisi dengan tiga melati di pundak tersebut.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : Sahrul Ramadan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up