alexametrics

Lempar Batu ke Laut, Tradisi Cari Jodoh yang Hilang di Perayaan Imlek

5 Februari 2019, 12:42:46 WIB

JawaPos.com – Perayaan Imlek identik dengan pertunjukan budaya dan permainan khas etnis Tionghoa. Menyambut Imlek ke 2570, berbagai persiapan pun mulai dirampungkan panitia Cap Go Meh 2019 Padang.

Mulai mempercantik Kelenteng See Hin Kiong yang berada di kampung cina, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) hingga menyiapkan pertunjukan barongsai dan liong yang berlangsung Senin malam (4/2).

Setiap tahun, perayaan Imlek di Padang cukup meriah. Sebab, jumlah warga keturunan Tionghoa di Sumbar cukup banyak. Setidaknya, terdapat 30 ribu jiwa lebih etnis Tionghoa yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Namun, mayoritas atau sekitar 20 ribu jiwa lebih diantaranya bermukim di Kota Padang.

Dari sekian banyak budaya dan kebiasaan yang digelar setiap perayaan Imlek, ada satu tradisi yang nyaris hilang dan tak tampak lagi. Namanya tradisi lembar batu ke laut. Menurut keyakinan etnis Tionghoa, tradisi itu diperuntukkan bagi kaum muda-mudi yang tengah mencari pasangan hidup.

Ketua Panitia Cap Go Meh Hendri Alizar mengatakan, Imlek ini dirayakan sampai tanggal 15 (tahun lunar) atau dua pekan lamanya. Setelah puncak Imlek, kesempatan itu dijadikan oleh muda-mudi untuk berkumpul dan saling kenal-mengenal.

Lalu, bagi yang sedang mencari jodoh untuk menikah, kerap menyampaikan harapan dengan melempar batu ke laut. Menurut kepercayaan etnis Tionghoa, muda-mudi yang batunya bertemu di laut, diyakini akan berjodoh setelah itu.

“Tradisi lempar batu ke laut, makin lama, makin tidak terlihat,” kata Hendri Alizar, Senin (4/2).

Senada dengan itu, Sekretaris Perhimpunan Keluarga Tjoa Kwa, Petrus Hendra menuturkan, etnis Tionghoa belajar dari alam. Seperti tradisi lempar batu ke laut itu misalnya. Sifat laut itu menelan semua yang baik dan yang buruk. Laut menerima kemujuran dan kemalangan.

“Jadi, lempar batu (maksudnya) melemparkan semua harapan ke laut. Ambil batu, lempar. Siapa tau, batu yang dilemparkan (muda-mudi) bertemu di laut dan mereka berjodoh,” katanya.

Biasanya, setiap Imlek, pantai Padang ramai dipadati muda-mudi. Di era 70 sampai 80-an, tradisi lempar batu masih ramai dilakukan muda-mudi Tionghoa di Kota Padang. Namun, makin ke sini makin tak tampak.

“10 tahun terakhir sudah jarang sekali (tak tampak). Mungkin, pribadi-pribadi masih, tapi tidak bersama-sama lagi. Mungkin malu,” tutup Petrus.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Riki Chandra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Lempar Batu ke Laut, Tradisi Cari Jodoh yang Hilang di Perayaan Imlek