alexametrics
Teror Bakar Mobil dan Motor

Kapolrestabes Semarang Siapkan Reward untuk Anggotanya yang Mampu

5 Februari 2019, 14:36:25 WIB

JawaPos.com – Kendati diburu banyak polisi, pelaku teror bakar mobil di Semarang sepertinya tak gentar. Buktinya, mereka tetap saja menjalankan aksi jahat itu. Namun, pola yang mereka pakai kini baru. Sasaran mereka bukan lagi mobil penumpang, melainkan pikap alias mobil barang. Jam operasi mereka juga lebih sore, bukan lagi dini hari.

Indikasi tersebut tampak dari peristiwa di Rejosari Tengah II, Semarang, Minggu malam lalu (3/2). Saat itu satu mobil pikap Mitsubishi T120SS nyaris menjadi korban pembakaran oleh orang tak dikenal. Untung, aksi teror tersebut segera diketahui warga.

Pikap bernopol DA 9130 ZE itu milik Awi, warga Jalan Rejosari Tengah II. Menurut beberapa saksi mata yang ditemui Jawa Pos Radar Semarang, aksi tersebut terjadi sekitar pukul 22.00.

Waktu itu pikap berwarna putih tersebut diparkir di tepi jalan di depan rumah Awi. Tiba-tiba dua orang yang berboncengan dengan motor mendekat. Mereka lalu melemparkan bungkusan plastik ke kaca mobil. Isinya ternyata bensin (pertalite). Aksi tersebut membuat bagian depan mobil penuh dengan tumpahan bensin. “Tadi plastiknya masih nempel di kaca mobil,” ungkap Sukiyatno, warga sekitar, di lokasi kejadian kemarin.

Namun, pelaku tidak sempat menyulut api. Sebab, tak lama kemudian beberapa warga datang. “Kebetulan, anak kos di depannya pulang. Begitu tahu ada orang, pelakunya langsung kabur,” katanya. Kasus tersebut kini ditangani Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombespol Abiyoso Seno Aji mengatakan, kejadian tersebut merupakan percobaan pembakaran. Namun, dia belum bisa menyampaikan detailnya. Sebab, jajarannya masih melakukan penyelidikan. Yang pasti, ada perubahan waktu kejadian. Beberapa aksi pembakaran sebelumnya dilakukan pada pukul 02.00 sampai 05.00. Namun, kejadian di Rejosari Tengah II itu berlangsung sekitar pukul 22.30.

Hingga kemarin polisi memang masih kesulitan untuk melacak jejak pelaku teror tersebut. Padahal, sudah terjadi lebih dari 30 kasus pembakaran. Yang menarik, polisi kini menerapkan strategi baru, yakni memberikan reward kepada anggota kepolisian yang berhasil menangkap pelaku pembakaran di wilayah hukum Polrestabes Semarang.

Woro-woro sayembara itu kini beredar di dunia maya dan grup WhatsApp. Disebutkan, jajaran kepolisian yang berhasil menemukan/menangkap pelaku akan mendapat uang tunai.

Namun, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono membantah adanya sayembara tersebut. Yang benar, kata dia, ada permintaan mobil patroli yang diajukan seorang Kapolsek. “Ya, saya bilang kalau ungkap dulu (kasus teror bakar mobil, Red), tangkap dulu, baru saya kasih. Kalau kamu bisa mengungkap, mobil patroli polda itu akan saya berikan kepada polsek,” terangnya.

Dia menyampaikan, pihaknya telah mengecek dan menyelidiki lokasi kejadian. Condro menyebutkan, tidak ada latar belakang dendam atau faktor ekonomi dalam pembakaran itu. Sebab, tidak ada barang milik korban yang dicuri.

Dia menegaskan, Polda Jateng terus berupaya mengungkap kasus tersebut. “Karena itu, secara simultan kami memberikan backup kepada Polrestabes Semarang. Ada 450 personel yang kami BKO-kan langsung. Kasatgasnya adalah Dirkrimum Polda Jateng,” tegasnya.

Condro menjelaskan, awalnya, kasus tersebut terjadi di Kabupaten Kendal. Lalu berlanjut di Kabupaten dan Kota Semarang. “Yang disasar adalah kalangan menengah ke bawah,” katanya. Dia juga meminta seluruh RT-RW bersinergi dengan TNI dan Polri untuk pengamanan lingkungan.

Kapolrestabes Semarang Kombespol Abiyoso Seno Aji mengakui akan memberikan reward kepada anggotanya yang berhasil menangkap pelaku pembakaran. Dia berharap penghargaan itu bisa menambah semangat jajarannya yang bekerja siang malam untuk mengungkap kasus tersebut. “Selama kita tidak bisa mengungkap kasus ini, pasti berlanjut terus,” tuturnya.

Abiyoso mengakui sulit mengungkap identitas pelaku karena minimnya bukti dan saksi. Beberapa pembakaran memang terekam kamera CCTV. Namun, menurut dia, rekaman video tersebut tidak jelas. “Resolusinya sangat rendah,” katanya.

Di bagian lain, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta warga meningkatkan kekompakan untuk menghadapi pelaku teror. Menurut dia, pelaku teror sengaja ingin merusak kondusivitas Kota Semarang. Hendi -sapaan Hendrar Prihadi- juga sudah memberikan surat edaran kepada seluruh camat dan lurah untuk mengaktifkan poskamling di semua wilayah.

Menurut Hendi, berdasar rekaman CCTV, terlihat jelas pelaku beraksi dengan menggunakan motor, helm, dan jaket. Jaket digunakan untuk menyimpan botol yang diisi bensin atau minyak tanah untuk membakar kendaraan calon korban.

Hendi juga meminta sistem tutup portal segera diaktifkan lagi. Beberapa permukiman di Kota Semarang saat ini memang masih dilengkapi sistem buka tutup portal.

Di sisi lain, Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengakui, dampak kerusakan akibat teror pembakaran kendaraan bisa jadi besar. Bukan hanya soal kerugian material, momentumnya juga membuat kondisi menjadi begitu sensitif. “Karena ini tahun politik, bisa bias ke mana-mana,” tuturnya.

Perlu diwaspadai, dalam teror ini yang dipermainkan adalah psikologis masyarakat. Orang dibuat geram, jengkel, dan curiga. Namun, main hakim sendiri langkah yang sangat tidak bijak. Bahkan bisa membuat kondisi semakin kacau bila ternyata salah orang. Karena itu, langkah terbaik ialah meningkatkan kerja sama dengan penegak hukum. Saling memberikan informasi dan bila ada yang mencurigakan, segera laporkan. “Biar penegak hukum yang bekerja,” imbuhnya kemarin.

Di satu sisi, teror pembakaran tersebut menjadi cermin untuk semua pihak bahwa closed circuit television (CCTV) dalam mencegah dan membongkar kejahatan jalanan itu penting. “Idealnya, CCTV ada di tempat rawan hingga tempat penyimpanan kendaraan. Ini era modern yang lebih mampu untuk mencegah,” jelasnya.

Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal menerangkan bahwa Polda Jawa Tengah telah dibantu Bareskrim. Penyidik menduga memang pelaku sudah mempersiapkan kejahatan itu. “Tapi ingat, tidak ada kejahatan yang sempurna,” tegasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (ewb/mha/idr/c11/c9/oni)


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Kapolrestabes Semarang Siapkan Reward untuk Anggotanya yang Mampu