alexametrics

Buaya Seranggas yang Potong Tangan Ijul Belum Tertangkap

5 Februari 2019, 21:43:44 WIB

JawaPos.com – Julhaidir, 35, alias Ijul sudah empat hari dirawat setelah menjadi korban keganasan buaya di Dusun Seranggas, Sampit, Kalteng, pada Jumat (1/2). Namun hingga kini, buaya penyantap tangan itu tak kunjung tertangkap.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit pun masih berjuang menangkap ganas itu. Salah satu caranya dengan memasang perangkap menggunakan umpan bebek hidup. ”Belum ada perkembangan,” kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Muriansyah, sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Selasa (5/2).

Petugas BKSDA mencoba menangkap buaya dengan dua cara, yakni memancing dan memasang perangkap. Pancing dipasang di sekitar tempat Ijul diserang, sedangkan perangkap besi dipasang di kawasan tempat buaya itu sering muncul.

”Buayanya ini pasti berpindah-pindah. Tapi, atas saran warga di sebelah Hulu tempat terjadinya serangan, makanya kami pasang perangkap di situ,” jelas Muri.

BKSDA Sampit kesulitan mengidentifikasi jenis buaya itu karena serangan terjadi saat malam hari. Tidak ada saksi yang melihat. Namun, buaya yang menyerang Ijul diyakini berjenis buaya muara.

Sementara itu, kejadian yang menimpa Ijul menuai empati dari komunitas sosial di Sampit. Salah satunya Beramian Online Orang Sampit dan sekitarnya (BOOS). Pengurus komunitas tersebut menyambangi dan menggalang dana untuk Ijul, Minggu (4/2).

”Ini aksi spontan yang kami lakukan. Selain bantuan menggalang dana, kami juga berupaya membantu kepengurusan kartu keluarga, KTP, hingga kepesertaan BPJS Kesehatannya,” kata Ketua BOOS Zainuri.

Seperti diketahui, insiden penyerangan buaya terhadap manusia kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Julhaidir, warga Dusun Seranggas, Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, disambar predator mematikan itu, saat mandi. Akibatnya, tangan kirinya putus.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Close Ads
Buaya Seranggas yang Potong Tangan Ijul Belum Tertangkap