JawaPos Radar

Ribuan Nelayan Kepung Gedung DPRD Sumut

05/02/2018, 12:56 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Nelayan
Ribuan nelayan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Senin (5/2). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Tradisional Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut. Mereka ingin mengadukan nasibnya kepada wakil rakyat karena hasil tangkapan ikan yang semakin berkurang.

Koordinator aksi dari Kabupaten Batubara Syawaluddin Pane menyatakan, masih banyak nelayan modern yang menggunakan alat tangkap ikan ilegal. Sehingga nelayan tradisional yang hanya menggunakan jaring tidak lagi mendapat hasil tangkapan yang maksimal.

"Di beberapa kabupaten, masih banyak pukat tangkap dan pukat tarik serta pukat cantrang yang beroperasi. Ini tidak adil namanya. Pemerintah harus menindak tegas operasi pukat trawl di laut kita," kata Syawaluddin di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (5/2).

Para nelayan menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bisa menegakkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 71 Tahun 2016, tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

"Karena kami bingung Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan) baru saja mengeluarkan pernyataan kalau cantrang diperbolehkan di kawasan Pantai Utara (Pantura). Sedangkan cantrang ini adalah satu dari sembilan yang dilarang dari permen itu," ujar Syawaluddin.

Pantauan di lokasi, aksi unjuk rasa nelayan sempat diwarnai ketegangan. Massa mencoba merangsek masuk ke kompleks gedung dewan. Namun upaya mereka dihadang aparat keamanan yang berjaga. Ketegangan tidak berlangsung lama setelah beberapa koordinator meminta massa untuk duduk.

Hingga pukul 12.00 WIB, massa nelayan dari beberapa kabupaten terus berdatangan. Mereka menumpang beberapa truk besar, bus dan sepeda motor. Aparat kepolisian juga memperketat penjagaan di depan gerbang Gedung DPRD Sumut. Beberapa mobil watercannon turut disiagakan. Arus lalu lintas dialihkan untuk mencegah kemacetan.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up