JawaPos Radar

KLB Gizi Buruk

Mensos Lepas 19 Dokter Ahli Unhas ke Asmat

05/02/2018, 23:09 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Unhas Makassar
SIMBOLIS: Pemberangkatan Tim Dokter Unhas ditandai dengan pemberian simbol berupa cinderamata dari Mensos Idrus Marham kepada Rektor Unhas, Senin (5/2). (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham resmi melepas pemberangkatan 19 dokter ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, untuk menangani persoalan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Asmat, Papua, Senin (5/2).

Dalam sambutannya di hadapan puluhan mahasiswa, pejabat-pejabat kampus Unhas dan tim medis yang bakal diberangkatkan, Idrus Marham mengungkapkan, agenda ini merupakan satu bentuk perhatian khususnya dalam sudut pandang kemanusiaan, yang berakar dari kampus. 

Untuk menuntaskan persoalan yang ada di sana menurut Idrus diperlukan perhatian secara menyeluruh. Mulai dari tim medis, dokter ahli hingga spesialis bahkan pendamping psikologis. 

"Ini pendekatan solutif. Semata-mata dalam rangka kemanusiaan. Tugas kemanusiaan itu, tentu kita secara bersama-sama, baik dari sektor akademisi dalam hal ini kampus-kampus yang menitik beratkan perhatiannya untuk membantu mengatasi atau meminimalisir KLB di Asmat," terang Idrus di kampus Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (5/2).

Bentuk perhatian melalui wujud nyata seperti ini diakui Idrus, sangat diapresiasi Presiden Jokowi. Ia bahkan mengaku mendapat mandat khusus dari Presiden Jokowi jelang kedatangnya di Makassar untuk meresmikan pemberangkatan.

"Saya ditanya tadi sama Pak Jokowi untuk segera resmikan dan berangkatkan tim medis yang betul-betul bekerja untuk kemanusiaan," akunya. 

Kerja kemanusiaan seperti, menurut Idrus, adalah hasil rekomendasi gagasan yang dituangkan pihak Unhas dalam pengajuan persetujuan ke Kementerian Sosial agar terlibat langsung dalam menangani persoalan di sana. 

Untuk itu, ia menghimbau kepada kampus-kampus mana pun, yang mempunyai inisiatif bersifat solusi agar mengajukan persetujuan ke Kementerian Sosial, khusus untuk membantu KLB yang melanda Asmat. 

"Saya menyampaikan pada kita semuanya, utamanya perguruan tinggi supaya bisa ajukan gagasan, pikiran-pikiran, sebagai solusi terhadap masalah-masalah yang ada untuk Asmat," imbaunya. 

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengungkapkan, jika gagasan pengiriman 19 orang tim medis untuk membantu persoalan KLB di Papua merupakan hasil kajian dari Tim Unhas.

"Untuk mengtasi persoalan ini tidak hanya sesaat. Ini adalah program yang berkelanjutan. Begitu pun dengan persoalan lain khusus di Asmat, tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah, karena ada batasnya. Makanya kami terpanggil untuk itu," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Rektor menegaskan anggaran kebutuhan Tim guna membantu warga Papua terkait gizi buruk dan campak murni dari Unhas.. "Semua tidak ada bantuan, murni support mandiri dari Unhas," tegasnya. 

Peresmian pemberangkatan sendiri, ditandai dengan pemberian simbol berupa cinderamata dari pihak Kemensos ke pihak kampus Unhas yang diterima langsung oleh Rektor. 

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up