JawaPos Radar

Kasus Sengketa Tanah, Pemerintah Disarankan Lebih Pro Rakyat

05/02/2018, 13:34 WIB | Editor: Dimas Ryandi
sengketa tanah
ilusttrasi sengketa tanah (prokal/jawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dalam penyelesaian sengketa tanah, negara harus hadir. Kalau tidak, rakyat kecil akan selalu dikalahkan pemilik modal.

Karena itu, Mantan Ketua Komnas HAM, Prof Hafid Abbas mengatakan, pemerintah perlu merealisasikan keberpihakan kepada rakyat kecil terkait konflik agraria yang terjadi di daerah. 

"Perbandingannya sesuai HAM bisa 1:2:3. Satu bagian untuk perusahaan atau korporasi, dua bagian rakyat menengah dan tiga bagian untuk rakyat kecil. Ini akan efektif dalam menanggulangi ketimpangan ekonomi," papar Prof Hafid di Jakarta, (3/2).

Program reforma agraria yang diusung Presiden Jokowi, dinilainya cukup brilian. Bahwa disediakan 9 juta hektar lahan untuk rakyat kecil. Hanya saja, yang jadi pertanyaan apakah lahannya ada?

"Kenapa tidak yang jelas-jelas saja. Semisal, Sinar Mas punya lahan 6 hektar. Diambil alih saja kemudian dibagi dengan konsel 1:2;3 itu. Namun demikian, saya melihat gebrakan pak presiden ada positifnya," terangnya.

Terkait sengketa tanah di daerah, salah satunya di Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, dirinya menyarankan hadirnya pemerintah.

Hampir bisa dipastikan, warga dua kelurahan yakni Srimulya dan Sidomulya akan kalah karena berhadapan dengan H Halim, pengusaha besar asal Palembang.

"Aparat di sana tentu akan lebih berpihak kepada yang kuat. Terorinya kan, yang kuat bisa mengatur yang berkuasa," kata dia.

Diketahui, dalam kasus ini, H Halim mengklaim lahan seluas 405 hektar. Hal itu dikuatkan dengan adanya putusan pengadilan. 

Sementara, 8 ribu kepala keluarga (KK) juga merasa berhak atas tanah tersebut. Alhasil, ratusan warga melakukan demo besar-besaran pada September 2017.

Mereka memblokade jalan dua desa serta mengusir petugas BPN yang hendak melakukan pengukuran lahan. Kondisi ini, dikhawatirkan bisa meletup di kemudian hari.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up