alexametrics

SMK Butuh 90 Ribu Guru Produktif, Baru 45 Persen Memenuhi Syarat

5 Januari 2019, 06:30:15 WIB

JawaPos.com – Pemerintah pusat diketahui masih membutuhkan sekitar 90 ribu guru untuk mengajar di SMK tahun ini. Dari jumlah sebanyak itu, baru tersedia sekitar 45 persen yang memenuhi persyaratan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, 90 ribu guru yang dibutuhkan tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk kemudian bisa mengajar. Mereka harus tergolong sebagai guru produktif, artinya memiliki kecakapan, kemahiran, dan keahlian yang dibutuhkan di bidang SMK.

“Sementara, keadaan sekolah SMK kita itu guru produktif itu kira-kira sekarang baru 45 persen. Sisanya adalah guru adaptif dan normatif,” katanya saat dijumpai di SMKN 7 Kota Semarang, Jumat (4/1).

Bisa mencapai angka 45 persen itu sebenarnya juga tak terlepas dari andil Kemendikbud. Yang sudah menyekolahkan para guru normatif dan adaptif tersebut melalui program keahlian ganda.

“Kita sekolahkan lagi untuk menguasai keahlian produktif. Jumlahnya kalau nggak salah kira-kira 15 ribu dari target kita 20 ribu. Dengan begitu mungkin sekarang sudah ada kenaikan sekitar 45 persen,” jelasnya lagi.

Intake-nya nanti, rencananya bakal diambil dari fresh graduate, yakni lulusan S1 murni. Serta para ahli dari dunia kerja. Atau pekerja-pekerja senior yang berpengalaman.

“Itu akan kita tarik, dibolehkan untuk mengajar melalui kontrak PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Skema kontrak itu akan lebih tepat untuk merekrut guru SMK terutama, yang memiliki keahlian khusus untuk kebutuhan SMK. Akan diterapkan tahun ini secara bertahap,” katanya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Close Ads
SMK Butuh 90 Ribu Guru Produktif, Baru 45 Persen Memenuhi Syarat