JawaPos Radar

UB Hadirkan Rumah Layanan Disabilitas

05/01/2018, 19:48 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
disabilitas
Resmi: Menkeu Sri Mulyani Indrawati (tiga dari kanan) saat meresmikan Rumah Layanan Disabilitas di Universitas Brawijaya, Jumat (5/1). (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meresmikan Rumah Layanan Disabilitas di Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang. Peresmian dilakukan bersamaan dengan perayaan Dies Natalis ke-55 UB pada 5 Januari.

Di tempat tersebut, mahasiswa penyandang disabilitas bisa mendapatkan layanan konseling hingga pembelajaran. Fasilitas yang tersedia antara lain huruf braile, kursi roda untuk tuna daksa, hingga latihan bahasa isyarat bagi penyandang tuna rungu.

Rektor UB Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS mengatakan, Rumah Layanan Disabilitas memang dibuat khusus untuk memberikan fasilitas bagi para mahasiswa penyandang disabilitas. "Animo anak disabilitas tinggi (untuk masuk) di UB. Yang diterima hanya 50 persen dari mereka," ujar Bisri di Kampus UB, Malang, Jumat (5/1).

disabilitas
Menkeu Sri Mulyani Indrawati bersama mahasiswa penyandang disabilitas di Universitas Brawijaya, Jumat (5/1). (Fiska Tanjung/JawaPos.com)

Setiap tahun ajaran baru, UB hanya bisa menerima 25-30 mahasiswa penyandang disabilitas. Pasalnya, kuota dari masing-masing fakultas dibatasi. "Animonya begitu besar," imbuhnya.

Menurut Bisri, ada alasan kenapa animo anak disabilitas untuk masuk ke UB begitu tinggi. Tak lain karena layanan yang diberikan kepada mereka. "Untuk kegiatan sehari-hari sudah ada pendamping. Kadang 2 orang untuk satu anak. Sehingga nyaman. Maka tidak heran jika animo pendaftar disabilitas di UB semakin tinggi," papar Bisri.

Saat ini, total ada 112 mahasiswa disabilitas yang menuntut ilmu di UB. Sedangkan untuk pendamping, saat ini ada sekitar 200 orang. Terdiri atas mahasiswa dan dosen.

Pihak kampus telah menaikkan kuota penerimaan mahasiswa disabilitas. Jika sebelumnya hanya 20 orang, kini naik menjadi 35 orang tiap tahun ajaran baru. "Lihat animo. Kalau bisa ya naik sampai 50 orang," lanjut ucap Bisri.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit dari anak-anak disabilitas yang berprestasi. Bahkan hingga saat ini tercatat ada 15 mahasiswa disabilitas yang lulus dengan predikat cumlaude. Artinya meskipun memiliki keterbatasan, mereka mampu bersaing dengan mahasiswa normal lainnya.

Sementara itu, Sri Mulyani sempat meminta kepada pihak UB untuk meningkatkan hard skill dari mahasiswa. Khususnya penyandang disabilitas. "Sesuai arahan bu mentri, kami akan meningkatkan pembelajaran bagi para mahasiswa. Oleh karena itu, saat ini kami punya program 3 in 1. Jadi lulusan sini bisa mengajar di sini," papar Bisri.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up