alexametrics

Banjir Masih Menggenangi Semarang, Drainase Dituding Menjadi Penyebab

4 Desember 2018, 16:42:06 WIB

JawaPos.comBanjir yang kembali melanda Kota Semarang ditengarai karena tersumbatnya sejumlah saluran drainase. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Ruhban Ruzziyatno, Selasa (4/12).

“Berdasar pengalaman tahun-tahun lalu, genangan di jalanan itu karena drainasenya tersumbat,” kata Ruhban.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan yang mengguyur Kota Semarang pada Senin (3/12) sore lalu telah menyebabkan tergenangnya sejumlah kawasan. Seperti di Jalan Imam Bonjol, Jalan Depok, Jalan Ronggowarsito, area Simpang Lima, pantura Kaligawe dan beberapa lagi.

Ruhban menerangkan, genangan muncul lantaran drainase yang ada di sisi jalan tertutup, kebanyakan oleh sampah dan bangunan. Maka, ketika hujan turun, air di jalanan tidak dapat mengalir ke drainase.

“Sungai itu jadi masih kosong. Airnya tidak banyak mengalir ke drainase. Artinya itu banyak yang ketutup (drainasenya),” sambungnya.

Pihaknya akan meminta pemerintah kota Semarang, supaya ada evaluasi soal fungsi drainase yang tersumbat ini. Terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU)

Sementara, beberapa titik banjir yang disebutkan di atas, airnya mulai terpantau surut. Kecuali jalur pantura, Kaligawe yang masih terendam setinggi sekitar 50 cm. Situasi masih tak banyak berubah dari kemarin. Dimana sejumlah kendaraan mogok usai mengalami mati mesin dan berakibat pada padatnya lalu lintas di sana.

“Banjir di Kaligawe Semarang dari arah timur yaitu di depan kantor kecamatan Genuk lama setinggi 30 cm. Kemudian di RSI Sultan Agung sekitar 40 cm, ke arah barat lagi yaitu di bawah jembatan tol 50 cm,” jelas Kanit Lantas Polsek Genuk AKP Subroto, Selasa (4/12).

Banjir, katanya, juga menggenangi lajur sebaliknya. Mulai dari putaran Makam Kubro air setinggi sekitar 30 cm. Lalu di depan RSI Sultan Agung serta depan Kantor Kecamatan Genuk lama. Masing-masing mencapai 40 cm. 

“Banyak sepeda motor yang mogok setelah nekat menerjang banjir. Dengan kondisi ini pasti sepeda motor yang nekat melintas itu akan mati akibat mesin kemasukan air,” terangnya.

Polisi yang bersiaga di lokasi berupaya melakukan pengaturan arus lalu lintas guna meminimalisir kemacetan lalu lintas. Sepeda motor yang mogok, segera dituntun menepi agar tak menghalangi laju kendaraan di belakangnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)



Close Ads
Banjir Masih Menggenangi Semarang, Drainase Dituding Menjadi Penyebab