Terima Ancaman Bom, RS Sultan Agung Semarang Disisir

04/09/2018, 19:41 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Jajaran Polrestabes Semarang melakukan penyisiran di area sekitar masjid RS Sultan Agung Semarang, Selasa (4/9). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jajaran Polrestabes Semarang melalukan penyisiran menyusul adanya ancaman bom yang diterima oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. Ancaman dalam bentuk pesan singkat itu dikirimkan melalui layanan nomor hotline rumah sakit.

Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP Nugraha mengatakan pihaknya langsung meluncur ke lokasi dan melakukan penyisiran usai menerima laporan dari Polsek Genuk. Isinya mengenai ancaman bom yang diterima RS Sultan Agung melalui layanan hotline sekitar pukul 14.00 WIB.

"Hingga pukul tiga sore, ada sekitar sepuluh pesan yang intinya sama. Yaitu, ada bom di sekitar Masjid rumah sakit," kata Iga di lokasi kejadian, Genuk, Semarang, Selasa (4/9).

Mendapati laporan itu, upaya sterilisasi lantas dilakukan oleh tim penjinak bom yang melibatkan regu K9, Sabhara, dan lain sebagainya. Lokasi yang disisir adalah sekitaran masjid, dimana letaknya berdekatan dengan pintu masuk rumah sakit.

"Selama kurang lebih satu jam penyisiran, info dari tim jibom, steril. Tidak ada indikasi atau bahan-bahan mengandung peledak atau benda mencurigakan seperti ditulis dalam pesan singkat tadi," sambungnya.

Kabar akan adanya bom ini bagaimanapun tak menimbulkan kepanikan pasien lantaran letak masjid yang agak berjauhan dengan gedung rumah sakit. Tak ada upaya evakuasi selama penyisiran berlangsung.

Meski begitu, Iga berujar bahwa pihak kepolisian tetap akan menelusuri peristiwa ini. Menurutnya, petugas tengah mengumpulkan data-data termasuk pesan dan nomor handphone pengirim pesan ancamab yang diperoleh dari pihak rumah sakit.

"Kami akan telusuri siapa pelaku teror ini termasuk dari data-data yang kami terima dari pihak runah sakit," tandasnya. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi