JawaPos Radar

Sisa 5 Orang, Nasib DPRD Kota Malang Ditentukan Diskresi Kemendagri

04/09/2018, 15:45 WIB | Editor: Dida Tenola
Sisa 5 Orang, Nasib DPRD Kota Malang Ditentukan Diskresi Kemendagri
Plt Ketua DPRD Kota Malang Abdurrahman. (Fiska Tanjung/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Pasca penetapan 41 anggota DPRD sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015, roda pemerintahan dikendalikan oleh 5 anggota dewan tersisa. Saat ini Kota Malang sangat bergantung pada Diskresi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

Plt Ketua DPRD Kota Malang Abdurrahman menerangkan, ditetapkannya 41 orang menjadi tersangka mengakibatkan pengambilan keputusan tidak kuorum. Batas kuorum sendiri adalah 2/3 dari total anggota dewan, yakni sekitar 30 orang. Alhasil, 5 orang yang tersisa sebenarnya tidak memenuhi kuorum.

Hal tersebut berdampak pada tertundanya beragam agenda pembahasan dewan. "Pemerintahan bisa tersendat sendat, bukan lumpuh," terangnya, Selasa (4/9).

Namun apabila ada diskresi dari Kemendagri, fungsi dan pelayanan kepada masyarakat masih tetap bisa berjalan. Kendati saat ini DPRD Kota Malang hanya mengandalkan 5 orang. "Fungsi yang tinggal lima, sama dengan fungsi seperti saat normal 45 orang," tambahnya.

Dia menjelaskan, mekanisme diskresi itu merupakan payung hukum saat terjadi kondisi darurat seperti sekarang. "Kalau itu disahkan Kemendagri, walaupun lima (anggota dewan) masih bisa jalan," lanjutnya. 

Abdurrahman menjelaskan, dengan keputusan dari Kemendagri tersebut, ada tiga fungsi yang akan dijalankan. Pertama, Wali Kota bisa menjembatani sebagai pengatur pengambilan keputusan. Selanjutnya, Sekwan bisa menggantikan badan musyawarah (banmus) yang macet. "Pemerintahan nanti diambil oleh Gubernur," jelasnya. 

Dia merinci, ada beberapa agenda yang sudah dijadwalkan untuk bisa dibahas oleh dewan dan eksekutif. Antara lain rapat paripurna LKPJ masa akhir jabatan Wali Kota, pembahasan APBD- P, dan KUA-PPAS.  "APBD 2019 sudah di kami, tapi pembahasan belum detil karena masih menunggu banggar kemarin," lanjutnya.

Sebagai informasi, jumlah total anggota dewan Kota Malang sebanyak 45 orang. Dengan penetapan 41 orang sebagai tersangka, maka tersisa 5 orang. Mereka adalah Abdurrahman (PKB), Priyatmoko Oetomo (PDIP), Tutuk Hariyani (PDIP), Subur Triyono (PAN), dan Nirma Cris Desinidya (Hanura).

4 orang merupakan anggota lama. sedangkan seorang lagi yakni Nirma Cris Desinidya berstatus sebagai penggantian antar waktu (PAW) Ya'qud Ananda Gudban yang mengundurkan diri usai ikut tersandung kasus ini.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up