JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dibungkus Kopi, 4 Kg Ganja Kering Dikirim Lewat Jasa Ekspedisi

04 September 2018, 20:28:34 WIB | Editor: Dida Tenola
Dibungkus Kopi, 4 Kg Ganja Kering Dikirim Lewat Jasa Ekspedisi
Polisi menunjukkan barang bukti 4 kg paket ganja kering yang diamankan dari tersangka berinisial AK (Wildan Ibnu Walid/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Satnarkoba Polres Cirebon berhasil mengamankan paket ganja kering seberat 4 kg. Para pelaku mengedarkan ganja tersebut dengan memanfaatkan jasa ekspedisi. Mereka mengelabui petugas dengan cara menyamarkan paket dengan bungkus kopi.

Wakapolres Cirebon Kompol Jarot Sungkowo, Selasa (4/9), mengatakan, jaringan narkoba lintas provinsi itu sudah menjadi target penangkapan. Polisi berhasil membongkar modus peredaran ganja kering melalui jasa ekspedisi itu, setelah mengembangkan  kasus yang diungkap Polresta Jambi, 27 Agustus lalu.

Setelah ditelusuri, tim yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Cirebon menerima laporan dari Polsek Losari bahwa ada paket mencurigakan yang masuk ke sebuah perusahaan jasa ekspedisi. Paket tersebut diketahui berasal dari Salatiga yang dikirim oleh seorang berinisial A, 33. Paket itu rencananya akan dikirimkan kepada AK, 25.

Anggota Satreskoba lantas memeriksa isi paket berkardus cokelat itu. Sekilas, paket itu berisi bungkus kopi. Namun setelah bungkus kopi itu dibuka, korps bersergam cokelat mendapati temuan ganja kering.

Dari sana, polisi langsung menelusuri keberadaan AK. Mereka akhirnya berhasil membekuk AK di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon pada 30 Agustus lalu. Sedangkan A sudah lebih ditahan di Mapolresta Jambi.

"Pelaku mencoba mengelabui petugas ekspedisi dengan membungkus ganja dengan ditaburi bubuk kopi. Ada empat paket. Rinciannya satu paket besar berisi 2 kg, satu paket 1 kg, dan dua paket lain masing-masing 0,5 kg," papar Jarot saat merilis kasus tersebut.

Jarot melanjutkan, AA merupakan spesialis pengedar narkoba secara online. Dia memanfaatkan Facebook untuk mengedarkan ganja. Dia memang sengaja menggunakan bungkus kopi agar aksinya tidak terendus polisi.

Dari keterangan AK kepada polisi, dia sudah empat kali mengedarkan ganja kering  dalam kurun waktu setengah tahun dengan modus serupa. Diduga, 4 kg ganja kering itu berasal dari Jambi. Peredarannya lintas provinsi, mulai Jambi, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ganja kering yang diamankan polisi itu rencanya akan diedarkan di Cirebon.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan hukuman UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. AK terancam merasakan dinginnya lantai penjara minimal 4 tahun. "Ganja sebanyak itu cukup dipakai 20 ribu orang. Puluhan ribu nyawa bisa diselamatkan melalui terungkapnya kasus ini," tegas Jarot.

 

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up