JawaPos Radar

Bangun Jalan Tol, Ganti Rugi Tanah Warga Dihargai Rp 12 Ribu per Meter

04/09/2018, 09:30 WIB | Editor: Ilham Safutra
Bangun Jalan Tol, Ganti Rugi Tanah Warga Dihargai Rp 12 Ribu per Meter
Ilustrasi: pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Trans Sumatera di Aceh mendapat penolakan warga, karena ganti rugi tanahnya dibayar murah. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Upaya pemerintah untuk mengembangkan jalan tol di Sumatera kerap menghadapi kendala. Terutama dalam pembebasan lahan. Tidak sedikit lahan warga diganti rugi dengan harga murah.

Hal itu membuat warga di sejumlah gampong, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, meluapkan kekecewaannya ke DPRA, kemarin (3/9). Tanah mereka hanya dibayar Rp 12 ribu hingga Rp 40 ribu per meter ganti rugi pembangunan jalan tol Aceh Besar-Sigli.

"Kami tidak terima harga tanah dibayar begitu murah untuk pembangunan jalan tol di Blang Bintang," kata T. Sulaiman, salah seorang warga, saat mengadu ke DPRA kemarin (3/9).

Bangun Jalan Tol, Ganti Rugi Tanah Warga Dihargai Rp 12 Ribu per Meter
Ilustrasi: proyek jalan tol terkendala pembebasan lahan yang kerap dibayar murah ganti ruginya (Ismail Pohan/Indopos/Jawa Pos Group)

Dia berharap DPRA memperhatikan nasib mereka yang dirugikan sepihak. "KJPP menetapkan harga tanah tersebut sangat murah," jelasnya.

Saat ini belum ada pembayaran yang diterima masyarakat akibat murahnya harga. "Semoga pembebasan lahan dan ganti rugi tidak begitu murah dan tanpa memperhatikan kami dari keluarga kurang mampu," pintanya.

Anggota Komisi I DPRA Iskandar Usman mengatakan, para warga mengeluh atas harga yang ditetapkan kantor jasa penilaian publik (KJPP). "Tahun-tahun sebelumnya, harga ganti rugi lahannya adalah Rp 70 ribu hingga Rp 130 ribu. Penetapan harga pembebasan lahan itu tidak sesuai standar." jelasnya. 

(adi/mai/c19/ami)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up