JawaPos Radar

Ani Tidak Sakit Jiwa Saat Hajar Anaknya Hingga Tewas

04/09/2018, 14:35 WIB | Editor: Dida Tenola
Ani Tidak Sakit Jiwa Saat Hajar Anaknya Hingga Tewas
Ani Musrifah Menangis Menyesali Penganiayaan yang Dilakukan terhadap Anaknya (Tika Hapsari/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Hasil tes kejiwaan terhadap Ani Musrifah, 38, sudah keluar. Ibu yang tega memukul anaknya hingga tewas itu dinyatakan waras. Ani sama sekali tidak memiliki riwayat gangguan jiwa. Namun, tersangka merupakan pribadi yang cenderung tertutup.

"Selama ini dia tidak ada tempat curhat. Bu Ani juga menyesali perbuatannya dan merasa sangat terpukul," jelas Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Ipda Yulistiani Sri Iriana, kepada JawaPos.com, Selasa (4/9).  

Yulis menjelaskan, saat ini berkas Ani sudah masuk ke meja hijau. Ani sudah dua kali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Sidang yang digelar Senin (3/9) beragendakan pembacaan keterangan saksi. Suami tersangka, Marliad, 40, mengaku masih sayang kepada istrinya. Dia meminta supaya hukuman terhadap istrinya bisa diringankan.

Sedangkan empat saksi lainnya adalah paman korban dan warga sekitar yang kebetulan melintas saat penganiayaan itu terjadi. Salah seorang paman korban, Marsilan, mengatakan, keluarga besarnya masih tidak terima dengan perbuatan tersangka. Keluarga berharap supaya Ani dihukum setimpal dengan perbuatannya. 

Marsilan menambahkan, perbuatan kasar atau penganiayaan yang dilakukan Ani Musripah terhadap anaknya tidak sekali. Tetapi sudah sering, dan penganiayaan terakhir menyebabkan korban meninggal dunia. 

Seperti pernah diberitakan JawaPos.com sebelumnya, nasib tragis menimpa Syaiful Anvar, pertengahan Juni lalu. Bocah warga Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang itu meninggal dunia usai dipukuli secara membabi buta oleh ibunya, Ani. 

Bocah itu sempat muntah sebanyak tiga kali dan mengeluh pusing. Hingga akhirnya kejang dan dibawa ke rumah sakit. Sayang, nyawanya tidak tertolong. 

Berdasarkan hasil otopsi, korban meninggal karena adanya pendarahan parah di otak. Selain itu, juga ditemukan adanya luka lebam pada dada, tangan, kaki, dan beberapa bagian tubuh lainnya.

(tik/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up