alexametrics

Gawat, Ada yang Mau Tonjok Anak Buah Prabowo

4 Agustus 2017, 15:03:53 WIB

JawaPos.com – Polemik Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dengan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Arief Poyuono, berbuntut panjang. Manifesto politik anak buah Prabowo Subianto telah menyayat hati jajaran partai berlambang banteng moncong putih.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalbar Cornelis mengaku sakit hati mendengar perkataan Arief Poyuono. Penggawa Gerindra itu dinilai tak pantas membusuk-busukan partai lain.

“Memang patut dihajar. Sebab mereka selalu menuduh kita ini komunis. Bagian dari PKI. Kita bukan PKI. Karena partai itu dilarang di republik ini. Itu sudah diatur dalam putusan MPR,” tegas Cornelis dijumpai Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) di Komplek Museum Kalbar, Kamis (3/8).

Ucapan Arief Poyuono membuat kendali emosi Cornelis patah. “Kalau memang dia (Arief) berani bilang kita (PDI Perjuangan) PKI, datang ke sini ngomong sama aku. Ntar aku tonjok dia punya kepala,” geram Cornelis.

Orang dekat Megawati Soekarnoputri ini memperingatkan Arief dan Gerindra, supaya tidak menjelek-jelekan Parpol yang ada. “Jangan lagak-lagak ngomong. Memang dia punya partai itu bersih?” sindir Cornelis.

Menurutnya, justru Arief Poyuono dan orang-orangnya yang begitu. “Malah orang-orang dia pergi ke Taman Karna di Jerman, makam induknya komunis,” sebut Cornelis.

Oleh karena itu, sambung Cornelis, tidak ada generasi PDI Perjuangan yang komunis. “Memangnya ada pelatihan-pelatihan dan teori-teori komunis. Gak ada di kita. Ngawur aja tuh dia (Arief),” timpalnya.

Cornelis berpendapat, Arief hanya cari-cari ketenaran. “Generasi sekarang tidak ada PKI. Yang PKI-PKI dulu saja sudah mati. Dia cuma cari popularitas dan sok,” geramnya lagi.

Sejauh ini diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono telah mengajukan permohonan maaf kepada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Itu setelah keduanya terlibat adu komentar.

Bukan hanya kepada Hasto, permohonan maaf Arief juga ditujukan kepada Megawati Soekarnoputri sebagai empunya partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Melalui sebuah surat yang ditujukan kepada Megawati, Arief mengklarifikasi bahwa dirinya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat.

“Karena itu, untuk meluruskan kesalahpahaman, saya, Arief Poyuono meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran kader PDIP yang merupakan sahabat-sahabat saya atas statement saya tersebut di atas,” tulisnya dalam surat permohonan maaf itu yang disebarkan kepada Awak Media, Selasa (1/8).

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : (fab/jpg/JPC)


Close Ads
Gawat, Ada yang Mau Tonjok Anak Buah Prabowo