Banjarmasin Waspada Banjir akibat Hujan Deras 7 Jam

4 Juli 2022, 17:17:49 WIB

JawaPos.com–Hujan deras yang melanda Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dari 04.00 hingga pukul 10.00 wita hari ini (4/7), membuat banjir di mana-mana, hingga kewaspadaan ditingkatkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Fahruraji menyatakan, hujan deras yang terjadi sekitar tujuh jam itu benar-benar membuat hampir semua jalan utama hingga pasar banjir. Sejumlah jalan utama di Kota Banjarmasin tergenang dengan ketinggian 10–30 cm akibat hujan dan air pasang.

”Tidak hanya di jalan, genangan banjir juga terjadi di wilayah pasar, khususnya yang berdekatan dengan sungai, seperti Pasar Sudimampir dan Pasar Lima hingga air masuk ke took,” terang Fahruraji seperti dilansir dari Antara, Senin (4/7).

”Saat ini Tim TRC BPBD masih patroli di lapangan. Untuk status resmi masih melihat perkembangan. Personel dan peralatan sudah siap untuk antisipasi,” tambah dia.

Fahruraji menjelasan, kondisi genangan di sejumlah wilayah masih tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, tetap semua harus waspada karena hujan bisa saja kembali terjadi.

Belum lagi, kondisi ini akan berbarengan dengan terjadinya air laut pasang makin tinggi, hingga menambah banjir rob.

”Ada 3 kejadian yang harus diwaspadai saat ini. Hujan lebat, air kiriman dari hulu karena Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Tanah Laut juga terjadi hujan lebat, dan ancaman banjir rob,” tutur Fahruraji.

Menurut Fahruraji, untuk antisipasi, pihaknya sudah menyiapkan peralatan pertolongan banjir. Di antaranya perahu karet.

Sebelumnya, kata Fahruraji, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memberikan peringatan dini kepada warga Kota Banjarmasin. BMKG meminta waspada terdapat potensi hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya, selalu waspada dan pantau perkembangan cuaca terkini.

BMKG menyatakan, banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) dipicu hujan ekstrem dengan intensitas sangat lebat di sekitar wilayah Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.

”Cuaca hujan ekstrem dipengaruhi sirkulasi Eddy di Perairan Kalimantan Barat, sehingga terbentuk konvergensi (pertemuan angin) di wilayah Kalsel yang menyebabkan aktivitas pertumbuan awan hujan cukup masif,” papar Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin Uli Mahanani.

Dia menjelaskan, kondisi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berlangsung cukup singkat sejak pagi hari pukul 06.30 hingga pukul 09.30 wita. Hingga pukul 12.30 wita, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terpantau di wilayah Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.

Uli menyebut, berdasar analisis kondisi dinamika atmosfer untuk wilayah Kalimantan Selatan beberapa hari terakhir terdapat anomali SST sebesar +1.0 hingga +3.0˚C di Laut Jawa dan Selat Makassar. Hal itu menyebabkan potensi penambahan massa uap air yang menimbulkan pengaruh signifikan terhadap pembentukan awan dan peningkatan hujan di wilayah Kalimantan Selatan.

”Prospek tiga hari ke depan, di wilayah Kalimantan Selatan cenderung berawan dan berpotensi hujan ringan. Adapun potensi hujan sedang hingga lebat terdapat di wilayah Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan sekitarnya,” ujar Uli Mahanani.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: