JawaPos Radar

Belum Direstui Kemenag

Pemprov Jabar Bersikeras Berangkatkan Jemaah Haji via BIJB Kertajati

04/07/2018, 16:12 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Pemprov Jabar Bersikeras Berangkatkan Jemaah Haji via BIJB Kertajati
Ilustrasi Bandara Kertajati. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terus mengupayakan memberangkatkan jemaah haji via Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Walaupun belum dapat dipastikan dan disetujui Kementerian Agama (Kemenag) namun masih memiliki peluang.

Sekretaris daerah (Sekda) Pemprov Jabar, Iwa Karniwa menyebut pihaknya optimis dan terus melakukan diskusi dalam merealisasikan pemberangkatan jemaah haji 2018 via BIJB. Bahkan sebelumnya sudah bertemu Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddindi dalam acara pengukuhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Bekasi, Selasa (3/7) kemarin.

"Alhamdulillah masih dalam proses dan masih ada peluang. Nanti biar Kemenag yang memang secara tupoksi, dia yang menangani tapi informasi dari Pak Kanwil nanti akan dibahas bersama Menteri Agama," kata Iwa Karniwa, Bandung, Rabu (4/7).

Belum disetujui pemberangkatan via BIJB, karena BIJB belum memiliki embarkasi terpadu. Paling utama dalam pembahasan bersama Kemenag karena Indonesia mendapat kepercayaan pemerintah Arab Saudi dalam melakukan proses imigrasi negara di embarksi. Hal ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

"Karena ini baru pertama kali Indonesia dipercaya oleh Arab Saudi dimana proses imigrasinya di negara orang lain," ujarnya.

Menurut pengakuannya, proses untuk mendapat kepercayaan tersebut membutuhkan waktu hingga 3 tahun. "Menag menjelaskan sehingga sekarang Indonesia dipercaya proses imigrasinya itu bukan di Jedah tetapi dimana embarkasi haji," ungkapnya.

Teknis dan lain sebagainya berkoordinasi dengan Kemenag secara tupoksi untuk melaksanakan itu. Dalam proses, bisa konfirmasi secara khusus ke Kanwil Kemenag.

"Yang pasti ada solusinya, seperti apa itu masih dalam tahap tes. Tadi saya pun rapat terkait itu ada 15 tahapan lagi, kita optimis. Dan Alhamdulillah yang tadinya rumit tapi sekarang tidak," tandasnya. 

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up