JawaPos Radar

Tenang, Jembatan Mahkota II Aman Dilintasi

04/07/2017, 00:35 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Tenang, Jembatan Mahkota II Aman Dilintasi
Jembatan Mahkota II yang awalnya diduga retak, ternyata hanya overlap dari cor beton. Namun, ditemukan keretakan di parapet, kemarin (2/7). (Alan Rusandi/Kaltim Post)
Share this

JawaPos.com - Isu Jembatan Mahkota II Samarinda retak, Sabtu (1/7) malam, bikin warga Kota Tepian waswas. Walhasil, Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda langsung mengambil langkah cepat memeriksa kondisi akses penghubung tersebut, Minggu (2/7). Dipastikan, jembatan yang menghubungkan Simpang Pasir di Palaran dan Sungai Kapih di Sambutan itu aman dilintasi.

Dari pantauan Kaltim Post (Jawa Pos Group), Tim Teknis Dinas PUPR Samarinda mulai melakukan pemeriksaan sejak pukul 08.00 Wita. Selama pemeriksaan Jembatan Mahkota II ditutup. Warga yang hendak bepergian dari arah Sambutan ke Palaran atau sebaliknya dilarang melintas. Warga diminta mengambil jalan memutar melalui Jembatan Mahakam.

Tim tersebut melakukan pemeriksaan jembatan selama 4 jam. Mereka memeriksa jembatan dari atas maupun bawah. Dari atas jembatan pemkot mengerahkan drone untuk mengamati secara visual titik yang disebut retak. Sementara itu, dari bawah pemkot menggunakan kamera dengan lensa tele dari atas tugboat.

Dari pemeriksaan tersebut, pemkot menyimpulkan kondisi jembatan aman dan kabar retak seperti dalam foto yang beredar di media sosial tidak benar. Walhasil, Jembatan Mahkota II kembali dibuka pukul 11.45 Wita. Dan bakal ditutup pada malam hari sejak pukul 18.00 Wita untuk kembali dibuka esok harinya pada pukul 06.00 Wita. Jembatan diketahui dalam masa uji coba selama tiga pekan sejak sepekan sebelum Lebaran.

Ditemui setelah pemeriksaan, Konsultan Pengawas Jembatan Mahkota II Taufiq Rinaldi menegaskan, foto jembatan yang beredar luas di media sosial bukan retakan. Melainkan hanya overlap semen antara sambungan beton lama dan beton baru. Tampak retak karena menjadi lintasan air. Jadi, tumbuh lumut dan tampak seperti retak jika difoto dari bawah jembatan.

“Jembatan Mahkota II aman 100 persen. Tidak perlu ada perbaikan. Overlap itu sama sekali tidak mengganggu struktur jembatan,” yakin Taufik.

Menggunakan kamera tele dan drone resolusi tinggi, sebut Taufik, sudah cukup meyakinkan bahwa jembatan sama sekali tidak rusak. Hanya, dia mengakui, karena overlap cor beton tersebut membuat penampilan jembatan kurang bagus, sehingga tampak rusak. Namun, overlap itu bakal diperbaiki dan ditutupi dengan cat dalam waktu dekat.

Dia menyampaikan, overlap jarang terjadi. Namun, bukan tidak mungkin mengingat jembatan juga merupakan buatan manusia. Jadi, tidak bisa sempurna 100 persen. Akan tetapi, selama tidak mengakibatkan kerusakan di struktur jembatan, maka masih aman. Pun mengganggu struktur, harus dibongkar. Demi keselamatan.

Keyakinan bukan retak setelah memeriksa kondisi aspal di sekitar titik yang diduga rusak. Dari pengamatannya aspal bahkan masih mulus. Tidak terbongkar. Sebab, jika beton rusak atau retak, aspal di lantai jembatan bakal terbongkar.

Jembatan Mahkota II, tambah dia, memiliki struktur yang mampu bertahan selama 100 tahun dengan pemeliharaan rutin. Pertama setahun, perawatan kedua tiga tahun, kemudian lima tahun, dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan tiap lima tahun sekali. Dalam pemeliharaan tersebut banyak yang diamati. Mulai kabel, tegangan hingga lendutan jembatan. Biayanya sekitar 0,5–1 persen dari nilai keseluruhan jembatan, yakni sekitar Rp 6 miliar.

“Jika menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan di jembatan silakan lapor ke pemkot, nanti ditindaklanjuti. Kalau langsung disebar bisa bikin waswas warga. Akibat gambar yang disebarkan ke media sosial, isu Jembatan Mahkota II retak sampai nasional. (KKJT) Komite Keamanan Jembatan dan Terowongan langsung meminta kami cek untuk memastikan betul retak atau tidak,” ujarnya.

Kaltim Post juga melakukan pengamatan menggunakan drone. Terlihat tidak ada keretakan hanya overlap. Selain overlap, media ini juga menemukan retak-retak di bagian kanan dan kiri parapet jembatan.

Koran ini menghitung jumlah keretakan di parapet tersebut. Dari tengah jembatan hingga ujung bentang di sisi Sambutan bagian kiri dari arah Palaran setidaknya ada 68 titik retakan. Jarak tiap retakan rata-rata hanya 1 meter.

Di sisi kanan parapet jembatan, awak media ini juga menemukan setidaknya dua titik retak. Jarak antar-dua retakan tersebut sekitar 5 meter. Tampak jelas bekas plasteran untuk menyamarkan retak tersebut. Diperkirakan jumlah keretakan parapet tersebut lebih banyak. Mengingat belum semua sisi jembatan terpantau.

Dikonfirmasi soal itu, Taufik menyebut wajar. Parapet merupakan bagian terpisah dari struktur jembatan. Retak-retak itu dipengaruhi jembatan yang terus bergerak. “Jembatan Mahkota II itu memuai siang hari sampai 1,5 sentimeter,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kaltim Heru Cahyono mengatakan, meski keretakan parapet tak mengganggu struktur, pemkot wajib mengecek keseluruhan jembatan. “Kaltim punya sejarah kelam di Kukar (Kutai Kartanegara). Jadi harus betul-betul dipastikan,” pesan Heru.

Dikatakan, pengamatan secara visual sekadar menggunakan kamera tidak cukup. Perlu pengamatan langsung dari dekat untuk melihat kondisi jembatan. Pasalnya, jembatan yang dibangun dengan cor beton per segmen tersebut perlu dilihat lebih detail dengan mata langsung.

“Besok (hari ini) dari LPJK akan turun melihat langsung kondisi jembatan. Termasuk parapet yang juga ditemukan banyak retak meski bukan bagian dari struktur jembatan. Tapi tetap harus diamati langsung,” sebutnya.

Sebelumnya, sejumlah foto keretakan jembatan terpanjang di Samarinda itu viral di media sosial Facebook dan Instagram. Salah satu pemilik akun Facebook bernama Firdaus Baihakki meng-upload foto Jembatan Mahkota II, Sabtu (1/7).

Dalam caption foto tersebut tertulis, “Jembatan yang bagus, tapi dilihat dari bawahnya ini, hati-hati untuk penggunanya. Jangan sampai tragedi jembatan di Tenggarong terulang lagi (26 November 2011). Mudahan saja ada yang bisa menjelaskan.” Firdaus juga menampilkan foto-foto jembatan yang tampak retak tersebut. Dikonfirmasi Kaltim Post, Firdaus mengaku mengabadikan foto jembatan yang retak itu pada 27 Juni 2017. (*/him/rom/k8/fab/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up