alexametrics
Terdampar di Perairan Kakaban

Lumba-Lumba Tewas Mengenaskan dengan Tubuh Penuh Luka

4 Juni 2019, 05:15:27 WIB

JawaPos.com – Bangkai lumba-lumba ditemukan mengapung di sekitar perairan Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, Jumat (31/5). Di tubuh mamalia laut tersebut, juga ditemukan banyak luka-luka, diduga akibat serangan predator, atau terjerat alat tangkap nelayan yang tidak ramah lingkungan.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan Berau Yunda Zuliarsih, mengaku telah melihat foto bangkai lumba-lumba tersebut di media sosial. Namun dirinya belum mengetahui detail informasi tersebut.

“Mohon maaf kami belum mendapatkan informasi itu. Kalaupun berita itu benar, memang perairan laut Berau menjadi perlintasan atau migrasi beberapa biota laut seperti paus, dugong, termasuk lumba-lumba,” katanya dikutip dari Berau Post (Jawa Pos Group), kemarin Sabtu (1/6).

Menurutnya, untuk memastikan penyebab luka dan kematian lumba-lumba tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan mendalam. Apalagi, banyak faktor yang bisa membuat hewan seperti lumba-lumba mengapung dan terdampar.

Kemungkinan penyebabnya yaitu luka akibat perkelahian sesama jenis, maupun diserang predator. “Tapi kalau dilihat sekilas, sepertinya bukan predator. Tapi itu seperti luka karena kena benda tajam atau gesekan. Mungkin alat tangkap atau benda lain,” jelasnya.

Apakah ada perburuan ilegal yang dilakukan oknum nelayan untuk menangkap lumba-lumba di perairan Bumi Batiwakkal? Yunda tidak bisa memastikannya. Namun dari pengamatan yang dilakukan pihaknya, tidak ada aktivitas perburuan lumba-lumba yang dilakukan nelayan selama ini.

“Kalau perburuan lumba-lumba tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya, penemuan bangkai mamalia laut yang terdampar di perairan dangkal, memang sering terjadi. Sebab, perairan Berau memang menjadi habitat dan perlintasan ribuan jenis biota laut.

“Banyak. Pernah juga ada paus yang terdampar, beberapa kali malah. Dan semua yang terdampar sudah dalam kondisi mati,” pungkas dia.

Editor : Estu Suryowati


Close Ads