JawaPos Radar

Picu Bentrok Antar Desa, Empat Pelaku Buron, Satu Diamankan

04/06/2018, 16:19 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bentrok dua desa di Kabupaten Cirebon pada Jumat lalu, dipicu karena rasa tak terima warga Desa Suranenggala Kidul atas pengeroyokan dari warga Desa Kertasura yang berujung hilangnya nyawa korban, Rana, 17.

Sejauh ini, polisi baru berhasil menangkap satu pelaku utama berinisial J. Sementara empat orang pelaku lainnya sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) dan sedang dalam pengejaran Satreskrim Polres Cirebon Kota.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, polisi masih mengejar empat buronan yang diduga terlibat penganiayaan kepada seorang warga Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Kasus ini sudah kita tangani, dan berhasil mengamankan tersangka berinisial J. Sementara empat pelaku lainnya dinyatakan DPO, sekarang masih dalam pencarian unit reskrim," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (4/6).

Roland mengatakan, persitiwa pengeroyokan kepada Rana tepat di depan SPBU di Jalan Sunan Gunung Jati, Rabu (29/5) lalu, memicu warga Desa Surananggala Kidul untuk menyerang balasan kepada Desa Kertasura. Sehingga, peristiwa itu memicu Desa Surananggala melakukan balas dendam penyerangan.

Pihak kepolisian pun masih melakukan penjagaan dengan melibatkan 450 personel gabungan yang disiagakan di sejumlah titik perbatasan desa dan titik rawan arena bentrok.

"Petugas terus bersiaga di lokasi perbatasan. Bila ada pergerakan massa untuk menyerang kami langsung bubarkan," pungkasnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up