alexametrics

TNI Perlu Diperkuat, AHY Sebut Ancaman Tak Hanya Invasi Militer

4 April 2019, 20:40:34 WIB

JawaPos.com – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan ancaman negara tak hanya berupa invasi militer asing pada abad 21 ini. Untuk itu Indonesia yang merupakan negara besar harus memiliki kapasitas pertahanan yang terus diperkuat.

“Ancaman negara tidak hanya berupa invasi militer asing tapi juga berbagai ancaman nonmiliter atau nirmiliter. Bisa dalam konteks cyber attack termasuk juga isu-isu trans-border, trans-nasional crime. Termasuk juga perdagangan narkoba, ilegal logging, human trafficking, piracy, terorisme, radikalisme dan lain sebagainya,” kata AHY usai melakukan kampanye terbuka di Grha Sarina Vidi, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Kamis (4/4) sore.

Untuk itu, AHY yang sempat menjadi Perwira TNI itu berharap TNI ke depan bisa semakin kuat, profesional, disegani dan dihormati oleh siapapun. TNI memang memiliki prestasi yang cukup banyak, namun harus terus didukung. Baik dari sisi anggarannya, kesejahteraan prajurit, maupun peningkatan alutsista. Dengan begitu, kedaulatan negara bisa tetap terjaga dengan baik.

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

“Saya pikir permasalahannya bukan pada isu percaya atau tidak percaya dengan TNI. Saya sangat meyakini bahwa institusi TNI dihormati, prestasinya banyak, tapi perlu kita dukung agar anggaranya juga semakin baik, kesejahteraan prajurit semakin meningkat. Mereka memiliki alutsista yang semakin modern darat, laut dan udara,” ucapnya.

Usai debat Calon Presiden (Capres) beberapa hari lalu, isu mengenai pertahanan memang menjadi isu yang terus dibahas jelang Pemilu 17 April nanti. Capres 02 Prabowo Subianto sempat menyatakan diplomasi Indonesia dalam politik luar negeri harus ditopang oleh sistem pertahanan yang kuat.

Prabowo juga menegaskan kekuatan militer dan persenjataan Indonesia harus dihitung dengan benar. Alutsista yang dimiliki harus dipastikan dalam jumlah cukup menguatkan pertahanan dalam negeri. “Jadi saya bukannya tidak percaya, saya ini TNI, Pak. Saya pertaruhkan nyawa demi TNI. Saya lebih TNI dari banyak TNI,” kata Prabowo, dalam debat tersebut

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat



Close Ads