alexametrics

BPN dan BPD Kompak Kirim Tim Cari Fakta Dugaan Pengeroyokan di Purworejo

4 April 2019, 18:41:15 WIB

JawaPos.com – Peristiwa dugaan pengeroyokan seorang pengatur lalu lintas kendaraan proyek pertambangan di Purworejo mengundang perhatian tim pemenangan Prabowo-Sandi. Mereka akhirnya mengirimkan tim investigasi untuk kasus yang dugaannya melibatkan massa kampanye pendukung kubu 02 ini.

Hal itu disampaikan oleh Juru bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Daerah (BPD) Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, Kamis (4/4). Selain dari tingkat provinsi, katanya, tim dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini akan turun ke lapangan guna mencari kejelasan kasus ini.

“Tim akan mencari informasi yang lebih lengkap. Teman-teman Purworejo yang lebih tahu, tapi kami dari provinsi dan pusat juga ingin tahu secara menyeluruh,” katanya saat dihubungi, Kamis (4/4).

Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com

Harapannya, persoalan ini tidak tambah runyam dan berlarut-larut. “Karena kami juga harus fokus untuk pemenangan. Semoga sisa waktu ini bisa berjalan kondusif,” tambahnya.

Untuk proses penyelidikan, pihaknya menyerahkan seluruhnya pada yang berwenang. Namun, jika memang nanti kasus ini berlanjut ke ranah hukum, sudah ada tim advokasi yang disiapkan.

Diberitakan sebelumnya, sebuah insiden pengeroyokan yang diduga melibatkan massa pendukung Prabowo-Sandi terjadi di Jalan Jogja kilometer 11, depan SDN Krendetan, Bagelen, Purworejo, Selasa (2/4). Korban pengeroyokan merupakan seorang pengatur lalu lintas jalur keluar masuk kendaraan proyek pertambangan batu andesit di area dekat tempat kejadian perkara.

Para rombongan pengeroyok sendiri saat itu diketahui sedang dalam perjalanannya kembali dari acara kampanye terbuka kubu Prabowo-Sandi di Lapangan Kemiri. Yang dihadiri sejumlah tokoh, macam Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, Titiek Soeharto, Anggota tim sukses pemenangan Prabowo-Sandi (PADI), Haikal Hassan dan Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih.

Kepolisian sementara menduga, peristiwa ini dipicu lantaran korban mengenakan kaos bergambar Jokowi. Para pengeroyok sempat meminta korban melepaskan pakaian yang dikenakannya sebelum menghajarnya ramai-ramai.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads