alexametrics

Terkam Warga, Harimau di Inhil Diduga Masih Belajar Berburu

4 Maret 2019, 16:18:09 WIB

JawaPos.com – Insiden harimau Sumatera menerkam manusia terjadi di Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Korban bernama Mardian. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, kemungkinan satwa dengan nama ilmiah Panthera tigris sumatrae yang menyerang warga itu belum dewasa. Indikasi itu dilihat dari bekas luka pada tubuh korban.

“Dari cerita yang beredar dan dilihat dari harimau yang lari (setelah ditendang korban), terus lukanya bukan ditengkuk tapi di kepala dan punggung, ini baru praduga kemungkinan itu belum dewasa. Artinya masih di bawah 2 tahunan dan belajar berburu,” kata Suharyono, Senin (4/3).

Jika dilihat dari kebiasaan harimau dewasa, mereka akan menyerang korbannya dari belakang dengan menyasar tengkuk atau bagian belakang leher. Namun berbeda dengan Mardian. Ia mengalami luka di kepala atas, telinga, dan punggung.

“Kalau dewasa sebesar Bonita dan Boni atau Atan Bintang (nama Harimau Sumatera, red), situasinya berbeda. Karena lukanya di kepala, tangan dan telinga. Kalau dewasa, biasanya cari tengkuk dan nggak akan lepas kalau korbannya menyerah,” sebutnya.

Sementara itu, konflik antara harimau dengan manusia sudah cukup lama terjadi di Kabupaten Inhil. Awal 2018, seekor harimau betina dewasa muncul di perkebunan PT THIP, Kecamatan Pelangiran.

Dua orang tewas akibat terkaman si kucing besar yang kemudian diberi nama Bonita. Kedua korban adalah Jumiati dan Yusri. Proses evakuasi Bonita terbilang cukup lama. Petugas membutuhkan waktu selama 4 bulan hingga akhirnya Bonita berhasil tertidur sebentar setelah ditembak bius pada April 2018.

Selain Bonita, tim BBKSDA Riau juga memantau adanya seekor harimau jantan lainnya. Dia diberi nama Boni. Namun berbeda dengan si betina, Boni jarang menampakkan diri.

Selanjutnya, harimau jantan kembali muncul di Inhil. Tepatnya di Pulau Burung. Ia diberi nama Atan Bintang. Harimau ini terjebak di lorong ruko pasar dan akhirnya berhasil dievakuasi kurang dari 2 pekan. Kini, Bonita dan Atan Bintang sudah berada di Pusat Rehabilitasi Harimau Dharmasraya, Sumatera Barat.

Sering munculnya harimau di Inhil bukan tanpa sebab. Daerah itu memiliki Suaka Margasatwa Kerumutan. Di sana terdapat kantong harimau atau memang menjadi rumahnya harimau.

“Jika mendengar cerita masyarakat, maka daerah tersebut masuk dalam lanskap Kerumutan. Artinya, masih dalam wilayah kantong harimau di Riau. Kalau dilihat itu memang wilayah jelajahnya harimau. Teman-teman Bonita cs lah. Karena di situ masih lanskap Kerumutan,” ungkap mantan Kepala BBKSDA Bali itu.

Meski demikian, Suharyono enggan untuk mengungkapkan berapa jumlah populasi si kucing belang yang bermukim di sana. “Kalau jumlah populasi harimau tidak bisa disebutkan. Takutnya nanti malah berburu ke sana. Yang jelas lebih 2 ekor,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Virda Elisya



Close Ads
Terkam Warga, Harimau di Inhil Diduga Masih Belajar Berburu