alexametrics

Nikah Muda dan Seks Bebas Musuh Bonus Demografi Indonesia

4 Maret 2019, 21:37:23 WIB

JawaPos.com – Pertumbuhan penduduk Indonesia harus dikendalikan. Jika tidak, diprediksikan tahun 2045, penduduk di seluruh tanah air mencapai 450 juta orang. Imbasnya tentu dapat memiskinkan rakyat.

“Kekurangan pangan. Akibatnya rakyat menderita. Indonesia juga penghasil energi, tentu juga berkurang. Ini juga meningkatkan masyarakat miskin,” kata Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI George E Supit usai membuka pencanangan TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB) Kesehatan di Pantai Kata, Kota Pariaman, Senin (4/3).

Menurut Mayjen TNI George E Supit, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulinan pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan TNI dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Sasarannya mengokohkan ketahanan keluarga dan mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan hidup sehat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN Pusat Nofrijal mengatakan, terpilihnya Kota Pariaman sebagai tuan rumah pencanangan bhakti sosial TNI-KB-Kes tingkat Nasional 2019 ini tidak terlepas dari progres pelaksanaan KB di Sumbar yang terus membaik.

Apalagi, khusus di Kota dan Kabupaten Pariaman, peserta KB pria (vasektomi) jauh lebih banyak dibandingkan daerah lain.

“Rata-rata peserta KB pria di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman melebihi daerah lain di Sumbar,” katanya.

Progres pelaksanaan KB di Sumbar tidak terlepas dari peran Babinsa yang bahkan door to door ke rumah warga untuk mensosialisasikan pentingnya ber-KB. Program KB ini juga bentuk investasi terhadap generasi selanjutnya yang akan menjadi tulang punggung Bangsa.

Tahun ini, BKKBN menargetkan 7 juta peserta KB baru. Lalu, target aktif peserta KB secara Nasional ditingkatkan menjadi 65 persen dari 61 persen yang sudah terlaksana. “70 juta penduduk Indonesia itu usia 10-24 tahun. Musuh bonus demografi antara lain nikah usia muda, seks bebas, dan narkoba,” katanya.

Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan, Pemko Pariaman terus berkomitmen terhadap program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan. Hal ini bukan semata untuk mengendalian laju pertumbuhan penduduk. Namun juga persiapan menghadapi bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2025 hingga 2045 mendatang.

“Pelaksanaan program KB dan kesehatan di Kota Pariaman selama ini berjalan baik. Ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak,” katanya.

Wujud dari keseriusan itu, jelas Genius, Pemko Pariaman sudah memboyong tiga penghargaan. Seperti, juara I Pakarti Madya, Lencana Manggala Karya Kencana dan Dharma Karya Kencana untuk Komandan Kodim 0308/Pariaman 2014 lalu.

Di bidang kesehatan, Kota Pariaman juga berhasil menyabet Swasti Sabha Padapa, penghargaan nasional bidang pembangunan kesehatan. Bahkan, empat kali berturut meraih penghargaan Kota Layak Anak.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengakui, dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan peserta KB kian meningkat. Hal ini terlihat dari angka kelahiran yang kian minim. Bahkan, Sumbar termasuk 5 besar Provinsi terbaik dalam pelaksanaan KB-Kes.

“Ada beberapa titik yang kami perhatikan khusus. Mudah-mudahan ke depan bisa ditekan,” tutupnya singkat. 

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Riki Chandra


Close Ads
Nikah Muda dan Seks Bebas Musuh Bonus Demografi Indonesia