alexametrics

Dukuh Atas Jadi Titik Pusat Integrasi Enam Moda Transportasi Massal

4 Maret 2019, 12:37:36 WIB

JawaPos.com – Kawasan Integrasi Dukuh Atas (KIDA) akan menjadi titik pusat pertemuan enam moda transportasi massal jika Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) Jakarta, dan LRT Jabodebek resmi beroperasi. Menyambut beroperasinya moda transportasi MRT dan LRT, kawasan Dukuh Atas yang merupakan kawasan transit oriented development (TOD) tersebut dilakukan rekayasa arus lalu lintas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, pengintegrasian enam moda transportasi akan terjadi di Dukuh Atas. Moda transportasi massal tersebut yaitu KRL Commuter Line, kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) Jakarta, LRT Jabodebek, serta bus Trans-jakarta.

Sehingga, perlu ada adanya manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk memudahkan masyarakat untuk mangakses pengguna angkutan massal. Salah satunya melakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah di Blok Tanjung Karang (kuadran Utara-Barat) dan Blok Jalan Blora (kuadran Utara-Timur), serta Blok Landmark – BNI.

Dukuh Atas Jadi Titik Pusat Integrasi Enam Moda Transportasi Massal
Kawasan Dukuh Atas menjadi titik pusat integrasi moda enam transportasi massal. (Wildan Ibnu Walid/ JawaPos.com)

Dia mengatakan, sistem satu arah di Jalan Dukuh Bawah pergerakan kendaraan ke u-turn kini diberlakukan di Dukuh Atas sehingga arus kendaraan dari utara melintasi Dukuh Bawah dan melakukan u-turn di Dukuh Bawah.

Sementara, lalu lintas yang masuk ke Jalan Blora tidak bisa lagi belok ke kanan, tapi harus ke kiri menggunakan rute board di sisi timur. Selain itu, arus lalu lintas sisi barat Dukuh Atas bisa masuk lewat Jalan Sudirman

“Petugas disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas di Dukuh Atas. Kami pun mengimbau kepada pengendara untuk mengikuti arah yang sudah ditentukan,” kata Sigit, Senin (4/3).

Integrasi Moda Transportasi Melalui Pedestrianisasi

Sementara itu, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, tahap menuju integrasi enam moda transportasi massal di Dukuh Atas sebentar lagi akan terwujud. Sebab, pada akhir Maret 2019 ini moda transportasi baru Masa Rapid Transit (MRT) akan resmi beroperasi.

Bersamaan dengan itu, efektivitas menuju integrasi transportasi sedang diupayakan dengan membangun jalur pedestrian yang menghubungkan seluruh moda transportasi yang menunjang pengguna berpindah transportasi.

Dikatakannya, efektivitas pengintegrasian itu akan dilakukan secara bertahap. Pertama, dilakukan dengan pembangunan jalan pedestrianisasi di kawasan Dukuh Atas.

Dikatakannya, pintuk masuk menuju Stasiun Sudirman sampai ke Kertas Bandara Rail Link dan MRT akan diintegrasikan dengan jalur pedestrian.

Kedua, selanjutnya akan dibangun Skywalk dari Dukuh Atas dan Dukuh Bawah untuk memudahkan penumpang berpindah transportasi Transjakarta atau MRT dan Kereta Api Listrik (KRL).

“Ini integrasi pertama, yaitu membangun pedestrianisasi untuk memudahkan pengguna berpindah transportasi massal. Efektivitasnya akan terjadi pada 2021, di mana Skywalk menuju LRT benar-benar sudah beroperasi,” ujarnya, Senin (4/3).

Dikatakannya, pengintegrasian enam moda transportasi di kawasan Dukuh Atas itu akane memudahkan pengguna berpindah transportasi sesuai dengan kebutuhan.

“Kalau pengintegrasian sudah keseluruhan, maka pengguna akan jalan kaki dengan aman dan memudahkan penumpang berpindah moda transportasi,” ujar Kamaluddin.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Wildan Ibnu Walid



Close Ads
Dukuh Atas Jadi Titik Pusat Integrasi Enam Moda Transportasi Massal