alexametrics

Teror Bakar Mobil dan Motor di Semarang, Modus Sama, Pelaku Misterius

4 Februari 2019, 09:05:07 WIB

JawaPos.com – “Awalnya suara keretek-keretek kayak hujan. Tapi, saat dicek di depan rumah, tidak ada hujan. Ternyata di belakang (rumah) sudah terbakar,” kata A.C. Sutrisno, warga Jalan Beji, RT 05 RW 13, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Pria 71 tahun itu melihat kepulan asap kebakaran dua motor, mesin cuci, dan lemari dapur. Dua motor yang diparkir di garasi belakang rumahnya dibakar orang tak dikenal Minggu (3/2) sekitar pukul 03.15.

Api menghanguskan sepeda motor Honda Beat bernopol H 2993 BLG dan Kawasaki Kaze R bernopol H 6312 WW. Api juga menyambar perkakas lainnya seperti mesin cuci dan lemari dapur.

Diduga, pembakaran dilakukan dua orang tak dikenal. Sebab, sebelum peristiwa terjadi, warga sekitar sempat melihat keduanya berboncengan naik motor matik melintas di lokasi jalan tersebut sekitar pukul 02.30. “Dua orang berboncengan menggunakan motor matik. Yang belakang pakai jaket warna putih dan helm putih. Dua-duanya pakai helm,” ungkap Siti, warga sekitar.

Tidak lama berselang, saat aktivitas di warungnya selesai dan akan pulang, Siti melihat api di belakang rumah korban. Atas kejadian tersebut, dia langsung berlari sambil berteriak mencari perhatian warga.

Warga yang mendengar teriakan kebakaran langsung berhamburan keluar rumah dan berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Setelah api dapat dipadamkan, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngaliyan.

Pihak Polsek Ngaliyan dan Polda Jateng serta petugas inafis langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah TKP untuk penyelidikan. Kapolsek Ngaliyan AKP Samsu Wirman menyampaikan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi terkait peristiwa pembakaran tersebut. “Sudah lima kejadian (di Ngaliyan) dan polanya sama semua,” ungkapnya.

Sutrisno menjadi satu di antara sekitar 30 warga yang mengalami teror dari pembakar mobil dan sepeda motor misterius yang merajalela akhir-akhir ini di Kota Semarang. Teror juga melanda warga di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal. Hingga kemarin polisi belum berhasil mengungkap kasus itu sekaligus menangkap pelaku.

Pada Kamis (31/1) kejadian serupa menimpa Maura Apriyani, 29. Mobil Daihatsu Ayla bernopol K 8478 ED yang terparkir di halaman rumah di Jalan Ciliwung II, Kelurahan Mlatiharjo, Semarang Timur, itu diduga dibakar orang tak dikenal sekitar pukul 03.45. Selanjutnya, pada Jumat (1/2) terjadi kebakaran mobil Sigra hitam H 8672 FG yang terparkir di teras halaman rumah Dodi Handono, 71, warga Jalan Genuk Karanglo, RT 01 RW 01, Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang.

Berdasar data Jawa Pos Radar Semarang, hingga Kamis lalu telah terjadi tujuh kasus kebakaran mobil di Kabupaten Kendal. Yakni pada 26 Desember 2018 di Botomulyo, Cepiring; 30 Desember 2018 di Desa Karangtengah; 1 Januari 2019 di Langen Harjo; 2 Januari 2019 di Desa Botomulyo; 3 Januari Desa Rowosari; dan 4 Januari 2019 ada dua kejadian di Brangsong dan Sekopek.

Sedangkan di Kota Semarang ada 13 kasus pembakaran kendaraan. Antara lain Toyota Avanza yang terbakar di Jalan Erlangga Timur, Semarang Selatan, (2/1) sekitar pukul 03.30. Di Jalan Puspogiwang, Semarang Barat, kejadian Jumat (4/1) sekitar pukul 03.30 menimpa mobil Avanza milik Sunarto.

Selanjutnya, di Jalan Irigasi, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Selasa (8/1) sekitar pukul 03.30, pembakaran menimpa Datsun milik Muh. Faharoni. Kasus serupa terjadi di Jalan Jatingaleh, Ngedrop, Kecamatan Banyumanik, Kamis (10/1) sekitar pukul 03.30 dengan korban Toyota Vios milik Adnan Wahyu Priono.

Terjadi lagi pembakaran di Jalan Kauman Raya, Palebon, Kecamatan Pedurungan, Selasa (15/1) sekitar pukul 03.30 yang menimpa Toyota Avanza. Selanjutnya di Jalan Lompo Batang, Kaliwiru, Kecamatan Candisari, Rabu (16/1) sekitar pukul 03.00 dengan korban mobil milik Ari Sulistyo Utomo.

Pada 26 Januari sekitar pukul 03.30 terjadi kasus kebakaran mobil di Jalan Serimpi Raya, Pudak Payung, Banyumanik. Yang dibakar adalah Daihatsu Xenia milik Moh. Rosyid.

Kemudian, di Kecamatan Ngaliyan, ada empat kejadian di Desa Wonosari dan Beringin pada Senin (28/1) sekitar pukul 03.30.

Selanjutnya, pada Selasa (29/1) sekitar pukul 04.30 di Jalan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, terjadi kebakaran mobil Toyota milik Diana Wahyuningrum. Terakhir di Jalan Ciliwung II, Mlatiharjo, Semarang Timur, kejadian Kamis (31/1) sekitar pukul 03.45, yakni Daihatsu Ayla milik Maura Apriyani.

Selanjutnya, tiga sepeda motor yang diparkir di halaman rumah di Jalan Menoreh Timur II, RT 03 RW 04, Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, juga dibakar orang tak dikenal Sabtu (2/2) dini hari. Tiga motor milik Diyono, 60, yang terbakar itu masing-masing Honda Vario bernopol H 4444 ATG, Honda Beat H 5239 DJ, dan Honda Supra H 6816 BG.

Sedangkan di Kabupaten Semarang, kasus kebakaran terjadi pada Rabu (30/1) sekitar pukul 03.30. Lokasinya di Jalan Panasan II Nomor 2, RT 01 RW 11, Kelurahan Beji, Kecamatan Ungaran Timur. Dua sepeda motor yang terbakar adalah Honda Beat bernopol H 4756 BK dan H 2585 AKC.

Dari keterangan saksi, mayoritas kasus menggunakan cara seperti melempar bom molotov. Yakni, kain putih dimasukkan ke dalam botol plastik berisi cairan mudah terbakar. Kain putih itu berfungsi sebagai sumbu yang dibakar ujungnya. Selain itu, mobil-mobil yang terbakar rata-rata terparkir di teras halaman rumah. Waktu kejadiannya pun hampir sama, yakni dini hari menjelang subuh.

Bahkan, yang terbakar diketahui awalnya berada di bagian kap mesin dan kemudian menjalar membakar bodi mobil, termasuk di dalamnya. Kerusakan yang ditimbulkan akibat pembakaran itu bervariasi. Ada yang nyaris hangus terbakar habis. Ada juga yang terbakar hanya bagian depannya.

Sementara itu, polisi terus berupaya mengungkap dan menangkap pelaku aksi pembakaran di sejumlah wilayah di Jateng.

“Tim mempelajari CCTV dan melakukan olah tempat kejadian perkara di beberapa lokasi kejadian. Yang jelas, bukti yang ada seperti rekaman visual terlihat pelaku,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono setelah menghadiri acara Presiden Joko Widodo di Semarang Minggu (3/2).

Condro meminta jajaran kepolisian meningkatkan patroli untuk mencegah kejadian serupa. “Kami gerakkan patroli malam bagi anggota kepolisian,” ucapnya.

“Kalau memang betul laki-laki, silakan cari saya. Sudah jelas di mana rumah dinas saya. Kalau memang laki-laki betul, ketemu di lapangan. Jangan masyarakat yang diganggu-ganggu. Kalau mau ganggu, silakan ganggu Kapolrestabesnya. Tidak usah mengganggu masyarakat Kota Semarang,” tegasnya kemarin.

Kriminolog Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Budi Wisaksono menganggap pelaku pembakaran mobil dan motor bukan orang profesional, melainkan orang yang ahli. “Mereka ini saya anggap ahli karena mampu melakukan pembakaran berkali-kali tanpa diketahui orangnya. Bahkan, tempatnya berpindah-pindah ke segala penjuru,” jelasnya. Itulah yang membuat polisi kesulitan mengungkap pelaku.

Jika banyak warga yang menganggap ada unsur politik dalam fenomena pembakaran tersebut, Budi tidak melihatnya. Meski demikian, segala kemungkinan itu bisa saja terjadi. Apalagi, tahun ini merupakan tahun politik.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (mha/cr6/aro/ida/c9/agm)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Teror Bakar Mobil dan Motor di Semarang, Modus Sama, Pelaku Misterius